News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:04 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (tengah) memberikan keterangan pers di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/HO-Korlantas Polri)
Baca 10 detik
  • Korlantas Polri terencana menerapkan skema one way lokal tahap satu pada 27 Maret 2026, antisipasi puncak arus balik Lebaran.
  • Penerapan awal one way dimulai dari Tol Cipali KM 188 menuju arah Jakarta; keputusan bergantung kondisi lapangan.
  • Rekayasa lalu lintas dapat diperpanjang dari KM 414 Kalikangkung jika volume kendaraan dari Jawa masih terpantau tinggi.

Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal tahap pertama menjelang puncak arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan skema tersebut kemungkinan mulai diberlakukan pada Jumat (27/3), dengan titik awal dari KM 188 Tol Cipali atau KM 263 Tol Pejagan menuju arah Jakarta.

“Keputusan akan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tujuan mempercepat arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta,” ujar Agus di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Karawang, Jumat dini hari, mengutip ANTARA.

Ia menambahkan, apabila arus kendaraan dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Solo Raya, dan Semarang masih tinggi, tidak menutup kemungkinan rekayasa lalu lintas diperpanjang melalui one way lanjutan dari KM 414 Tol Kalikangkung.

“Kami akan melihat dinamika di lapangan. Jika arus masih tinggi, rekayasa tambahan akan segera diberlakukan untuk menjaga kelancaran,” katanya.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (26/3), arus lalu lintas di ruas KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 200 Tol Cipali masih terpantau lancar dengan kecepatan kendaraan berkisar 60–70 km/jam. Namun, kepadatan mulai terlihat saat mendekati KM 20 akibat hambatan samping.

Menurut Agus, banyak pemudik yang kelelahan dan berhenti di bahu jalan maupun rest area. Kondisi ini menyebabkan hampir seluruh rest area penuh dan tidak mampu menampung kendaraan, sehingga terjadi antrean.

Meski begitu, arus lalu lintas pada malam hari secara umum masih dapat dikendalikan dengan baik.

Sementara di jalur arteri, kepadatan terpantau lebih signifikan terutama saat tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas. Aktivitas masyarakat di wilayah aglomerasi dan silaturahmi lokal juga masih berlangsung, meski tidak terlalu padat.

Baca Juga: Berlaku Mulai Hari ini, Cek 9 Ruas Tol yang Dapat Diskon Tarif 30 Persen

Load More