Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:26 WIB
Foto udara antrean kendaraan yang memasuki Gerbang Tol Banyumanik menuju arah Jakarta di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]

Suara.com - Memasuki periode puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang dua, pemerintah menghimbau masyarakat yang masih mudik untuk segera merencanakan perjalanan balik ke kota perantauan masing-masing.

Hal tersebut dimaksudkan supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan parah di jalan nasional maupun ruas jalan tol. Selain itu, saat pemudik memutuskan kembali lebih awal bisa menjaga kondisi tubuh tetap fit, siap beraktivitas seperti sedia kala.

Momen mudik lebaran 2026 kali ini terjadi dua gelombang arus mudik dan dua gelombang puncak arus balik. Oleh sebab itu, butuh perencanaan matang saat perjalanan pulang ke perantauan.

Hingga sekarang, berbagai kendaraan baik yang melintas jalur arteri maupun ruas jalan tol masih tetap padat, apalagi yang mengarah pada area Jabodetabek.

Berbagai kendaraan yang memadati beberapa jalan utama tidak lain karena efek libur sekolah, ada kebijakan WFH, WFA sehingga masih terdapat masyarakat belum kembali ke perantauan.

Sesuai dengan proyeksi pemerintah, bahwa akan ada gelombang kedua puncak arus balik lebaran 2026, sehingga banyak kendaraan memadati jalanan pada weekend kali ini.

Periode Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Gelombang Kedua

Padatnya kendaraan meskipun waktu cuti bersama telah usai, mengakibatkan banyak pertanyaan muncul terkait kapan arus balik Lebaran 2026 gelombang dua berlangsung?

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah memprediksi puncak arus balik lebaran 2026 gelombang kedua akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 dan Minggu, 29 Maret 2026 mendatang. Bahkan, sampai sekarang tercatat ada 42 persen pemudik belum kembali ke Jakarta.

Baca Juga: Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menuturkan sisa pergerakan pemudik yang masih sangat besar akan dikelola oleh petugas lapangan. Sebagai upaya untuk memitigasi meningkatnya kendaraan di fase kedua arus balik.

“Dimungkinkan pada tanggal 29 Maret nanti akan ada puncak balik yang kedua. Kami sudah dalam posisi siap,” tutur Agus di hadapan awak media, Kamis (26/3/2026).

Meskipun Operasi Ketupat telah berakhir, Kepolisian tetap memberlakukan skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan dengan menyiapkan personel pada beberapa titik penting demi mengatur kelancaran lalu lintas.

Korlantas juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan kemacetan melalui one way sampai contraflow, yang diberlakukan secara parsial maupun nasional.

“Kami sudah menyiapkan emergency plan untuk menerapkan one way sepenggal maupun one way nasional, guna antisipasi kepadatan kendaraan,” jelasnya.

Rekayasa tersebut akan diterapkan secara situasional dengan memantau volume kendaraan real time, khususnya gerbang tol Kalikangkung.

“Jika parameter di Gerbang Tol Kalikangkung sudah mendekati angka 4.000 kendaraan, kami mungkin akan memberlakukan one way. Namun, jika volume masih di bawah 3.800 atau 2.500, jalur ke arah Jakarta maupun arah ke Trans-Jawa masih dapat digunakan secara normal,” ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, pemudik yang akan balik ke perantauan perlu memahami dengan benar cara memeriksa jadwal one way dan contraflow. Seperti penjelasan singkat berikut ini.

Cara Cek Jadwal One Way dan Contraflow untuk Pemudik

Supaya perjalanan balik ke kota asal aman dan nyaman, pemudik sebaiknya selalu update informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas. Dengan begitu, Anda bisa mengatur waktu yang tepat.

Sebelum memutuskan berangkat, Anda perlu mengetahui cara cek jadwal one way dan contraflow. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, berdasarkan hasil rangkuman berbagai sumber.

1. Instagram Resmi Polri

Anda bisa memanfaatkan akun Instagram resmi Polri @korlantaspolri.ntmc guna mengamati update jadwal one way, contraflow, ganjil genap paling baru.

2. Google Maps

Aplikasi tersebut secara otomatis mampu mendeteksi sistem one way, contohnya berupa rambu dilarang masuk yang ditandai dengan lingkaran merah bergaris putih, terletak pada lajur berlawanan.

3. Media Sosial Jasa Marga

Anda bisa update informasi teknis arus lalu lintas di jalan tol menggunakan media sosial Instagram @jasamargametropolitan atau @official.jasamarga.

4. Berita atau NTMC Polri

Pemudik harus rajin memantau media nasional dan laman resmi NTMC Polri untuk mengetahui kebijakan lalu lintas terbaru.

5. Aplikasi Travoy

Travoy merupakan aplikasi Jasa Marga yang bisa memantau situasi lalu lintas, rekayasa lalu lintas serta memperoleh informasi terbaru.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More