- Halal bihalal umumnya dilaksanakan setelah Idulfitri, bisa dimulai hari pertama Lebaran hingga beberapa minggu ke depan.
- Tradisi ini berakar dari Indonesia, dipopulerkan KH Wahab Chasbullah kepada Presiden Soekarno pada tahun 1948.
- Inti kegiatan halal bihalal adalah saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga kebersamaan sosial dalam lingkup luas.
Suara.com - Setelah merayakan Idulfitri, masyarakat Indonesia biasanya langsung disibukkan dengan agenda silaturahmi. Mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga menghadiri acara di lingkungan kerja, semua terasa lekat dengan satu tradisi yang khas yaitu halal bihalal.
Namun di tengah kesibukan itu, masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya halal bihalal sebaiknya dilakukan kapan?
Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat tidak semua orang bisa langsung bertemu di hari pertama Lebaran. Ada yang baru sempat berkumpul beberapa hari kemudian, bahkan ada pula yang menunggu jadwal di kantor atau komunitas.
Halal Bihalal Dilakukan Kapan?
Secara umum, halal bihalal memang dilakukan setelah Idulfitri, dimulai sejak hari pertama Lebaran. Biasanya, momen ini diawali dengan salat Id, lalu dilanjutkan dengan saling bermaafan bersama keluarga inti. Suasana hangat dan penuh haru inilah yang menjadi inti dari halal bihalal.
Meski begitu, tidak ada aturan baku yang mengikat soal waktunya. Dalam praktiknya, halal bihalal bisa berlangsung cukup panjang, bahkan hingga beberapa minggu setelah Lebaran. Di lingkungan keluarga besar, acara ini lazim dilakukan hingga hari ketiga atau keempat.
Sementara di lingkungan masyarakat dan perkantoran, halal bihalal sering digelar setelah aktivitas kembali normal.
Karena itu, selama masih berada dalam suasana bulan Syawal, halal bihalal tetap dianggap relevan untuk dilakukan. Fleksibilitas inilah yang membuat tradisi ini tetap hidup dan mudah diikuti oleh berbagai kalangan.
Lebih dari sekadar waktu pelaksanaan, halal bihalal memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga menjadi momen untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. Dalam kehidupan sosial yang dinamis, kesempatan seperti ini tentu sangat berharga.
Baca Juga: Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
Halal bihalal juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga antar tetangga, teman, hingga rekan kerja. Dari sinilah tercipta kembali rasa kebersamaan yang mungkin sempat memudar karena kesibukan sehari-hari.
Asal-Usul Halal Bihalal
Menariknya, tradisi halal bihalal bukan berasal dari Timur Tengah, melainkan tumbuh dari budaya Indonesia sendiri. Sejarah mencatat, istilah ini mulai populer pada masa awal kemerdekaan.
Salah satu tokoh penting di balik lahirnya tradisi ini adalah KH Wahab Chasbullah. Pada tahun 1948, ia mengusulkan konsep halal bihalal kepada Presiden Soekarno sebagai cara meredakan ketegangan politik di Indonesia saat itu.
Melalui gagasan tersebut, Presiden Soekarno kemudian mengundang para tokoh bangsa ke Istana Negara untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan saling memaafkan. Dari sinilah halal bihalal mulai dikenal luas dan berkembang menjadi tradisi nasional yang terus dilestarikan hingga kini.
Seiring waktu, halal bihalal juga diadopsi oleh berbagai organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah. Di lingkungan Muhammadiyah, halal bihalal tetap dilakukan, namun dipahami sebagai bagian dari hubungan sosial, bukan ritual ibadah khusus dalam Islam.
Berita Terkait
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Hukum Merayakannya Menurut Islam
-
Contoh Teks MC Halalbihalal di Sekolah, Singkat dan Khidmat
-
Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini
-
Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Cushion Anti-Crack untuk Samarkan Garis Halus, Cocok buat Pemilik Kulit Kering
-
6 Shio Paling Beruntung yang Akan Raih Peluang Emas pada Selasa 12 Mei 2026
-
6 Cushion Lokal yang Murah dan Bagus: Mulai Rp50 Ribuan, Awet Hingga 12 Jam
-
4 Shio yang Hidupnya akan Lebih Baik dan Beruntung Pekan Ini
-
Benarkah Orang yang Belum Akikah Tidak Boleh Kurban? Ini Ketentuannya
-
5 Serum Mengandung Glycolic Acid untuk Menghilangkan Noda Hitam, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
9 Arti Mimpi Kucing Hitam, Pertanda Baik atau Buruk? Begini Maknanya
-
Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
-
5 Rekomendasi Sheet Mask untuk Wajah Kusam, Kulit Jadi Cerah Mulai Rp3 Ribuan
-
Intip 5 Fasilitas Mewah RS JWCC Asih Tempat Alyssa Daguise Melahirkan