Dalam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Penghematan BBM di sektor pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (16/03) lalu, pemerintah telah merencanakan lima strategi utama penghematan energi lintas instansi.
Strategi yang direncanakan meliputi penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja, hingga pembatasan mobilitas perjalanan dinas.
Selanjutnya, penerapan strategi hemat energi pada operasional gedung perkantoran, hingga penerapan metode pembelajaran (daring/luring) yang akan disesuaikan dengan karakteristik substansi mata kuliah atau pelajaran.
Strategi Penghemat BBM 'Tidak akan berdampak signifikan'
Beberapa pengamat ekonomi menilai bahwa strategi penghematan pemerintah yang akan diterapkan, hanya akan berdampak kecil dan terbatas dalam menurunkan konsumsi BBM. Sebab secara nasional, konsumsi BBM lebih banyak digumakan dalam sektor logistik, distribusi barang, dan mobilitas non-kerja.
Diketahui, kebijakan bekerja dari rumah hanya akam mengurangi perjalanan komuter di kota-kota besar. Sementara, perjalanan lain masih membutuhkan energi yang besar.
Pemerintah Indonesia Melakukan Negosiasi dengan Pemerintah Iran
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa sampai saat ini dua kapal tanker milik Pertamina masih belum bisa keluar dari Selat Hormuz. Bahlil menyatakan jika proses negosiasi masih terus berlangsung.
"Masih dalam negosiasi. Ini kan antreannya Panjang. Kasih kami waktu, masih negosiasi," ungkap Bahlil di Jakarta, Selasa (17/03).
Negara-Negara yang Terapkan Kebijakan WFH 2026 untuk Hemat BBM
Baca Juga: Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
Sebelum kebijakan penerapan work form home pemerintah Indonesia, kebijakan yang sama juga sudah diterapkan oleh sejumlah negara lain. Negara-negara Asia lainnya secara resmi menerapkan kebijakan WFH khususnya untuk para pekerja di sektor pemerintahan.
Negara ASEAN yang lebih dulu menerapkan kebijakan WFH untuk menghemat BBM yaitu Vietnam. Negara ini jadi salah satu negara yang pertama yang menerapkan kebijakan WFH sejak meletusnya Perang Iran-AS di kawasan Teluk.
Sejalan dengan Mashable India, Pemerintah Vietnam pun mendorong sektor bisnis untuk melakukan WFH. Menteri Perdagangan dan Industri Vietnam juga menyarankan warganya untuk melakukan bekerja dari rumah dan memakai sepeda kayuh apabila memungkinkan.
Tak hanya Vietnam, Filipina juga sudaj menerapkan kebijakan WFH khususnya bagi pekerja sektor publik. Sejalan dengan Indonesia, Filipina menetapkan sistem kerja di kantor dalam empat hari dan satu hari dari rumah.
Demi menghemat BBM, Thailand juga telah menerapkan sistem WFH. Kebijakan tersebut diterapkan oleh Thailand bersamaan dengan imbauan untuk membatasi penggunaan pendingin udara serta mendorong para pekerja memakai tangga alih-alih lift.
Jauh sebelum itu, di Pakistan, kebijakan WFH telah diterapkan bagi setengah pekerja pemerintah dan mendorong sektor swasta untuk melakukan hal yang sama. PM Pakistan pun sudah menerapkan pembelajaran daring bagi universitas-universitas.
Sedangkan di Bangladesh, penerapan kebijakan WFH hemat juga diterapkan untuk sektor pendidikan perguruan tinggi. Pembelajaran kelas di tingkat universitas pun dilakukan secara daring demi menghemat penggunaan BBM.
Iran sebagai negara yang terlibat konflik dengan AS pun juga menerapkan kebijakan WFH. Berbeda dengan negara lain, aturan WFH di sana berlaku demi keselamatan para pekerja. Pemerintah Iran juga menerapkan WFH bagi pekerja serta penerapan kelas daring bagi sekolah-sekolah di sana.
Demikian tadi WFH ASN hemat BBM setiap hari apa? Diketahui, pemerintah berencana menerapkan WFH bagi ASN setiap hari Jumat. Semoga informasi ini membantu!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali