- Pemerintah berencana terapkan WFH bagi ASN pasca Lebaran 2026 untuk targetkan efisiensi BBM hingga 20 persen.
- Kementerian PANRB masih mengkaji teknis detail WFH yang akan diterapkan secara proporsional, bukan seragam.
- Ada kekhawatiran WFH pada hari Jumat dapat disalahartikan menjadi libur panjang oleh ASN, mengurangi efektivitas BBM.
Suara.com - Pemerintah berencana memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Rencananya, kebijakan ini akan dilakukan usai libur Lebaran Idul Fitri 2026.
Namun, hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) masih mempersiapkan surat edaran tentang ketentuan teknis fleksibilitas kerja bagi ASN.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri.
“Detail teknis pelaksanaan maupun waktu pemberlakuannya belum diputuskan secara final," kata Rini.
Substansi dalam aturan ini juga masih dalam pembahasan dan pendalaman teknis, termasuk pertimbangan keragaman karakteristik tugas dan peran ASN.
Oleh sebab itu, pendekatan tidak dibuat secara seragam, melainkan proporsional sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi.
Target Hemat 20 Persen BBM
Pemerintah menargetkan dapat melakukan efisiensi BBM hingga 20 persen jika kebijakan ini diberlakukan, meskipun hal itu belum bersifat pasti.
Pemberlakuan WFH sendiri rencananya akan diterapkan setiap hari Jumat dengan pertimbangan paling kecil terhadap produktivitas.
Meski demikian, pemerintah belum memutuskan apakah kebijakan ini juga akan berlaku untuk pihak swasta atau tidak. Sejauh ini, penerapan WFH baru akan diberlakukan pada instansi pemerintah.
Baca Juga: Kapan WFH ASN dan Pekerja Swasta Mulai Berlaku? Ini Usulan Hari Kerja di Rumah
Sambutan Warga
Wacana pemberlakuan WFH untuk ASN guna menekan konsumsi BBM disambut baik oleh sejumlah warga.
Salah satunya Ayu. Ia menilai penerapan WFH merupakan transformasi budaya kerja berbasis digital yang lebih efisien.
Pekerja dinilai bisa lebih produktif tanpa harus pergi ke kantor, sebab pekerjaannya saat ini memang berbasis digital.
“Relevan dengan pola kerja, sekarang semua sudah digital,” ucapnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan upaya pemerintah untuk menghemat BBM dapat terlaksana dengan baik.
Jangan Anggap Hari Libur
Wacana pemberlakuan WFH bagi ASN diharapkan tidak berdekatan dengan akhir pekan agar tidak menjadi long weekend.
Ketua Kelompok Fraksi PKB Komisi II, Muhammad Khozin, mengatakan jika penetapan WFH dilakukan pada hari Jumat, maka berpotensi menjadi momen libur panjang.
"WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan. WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi 'long weekend' karena berdekatan dengan akhir pekan," kata Khozin, Rabu (25/3/2026).
Ia pun mengingatkan kebijakan WFH harus tepat sasaran. Ia tidak ingin penetapan WFH justru meningkatkan penggunaan BBM dan mobilitas warga.
"Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi," ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, menyoroti hal serupa. Pemberlakuan WFH di hari Jumat bisa disalahartikan sebagai long weekend.
Dikhawatirkan, alih-alih kebijakan dilakukan untuk menghemat BBM, justru akan disalahgunakan untuk berwisata.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," ucapnya.
Legislator Golkar ini menilai WFH di Jumat berpotensi menyimpang dari tujuan. Ia khawatir penghematan BBM justru tidak tercapai lantaran ramai-ramai memaknai WFH sebagai libur panjang.
"Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Kapan WFH ASN dan Pekerja Swasta Mulai Berlaku? Ini Usulan Hari Kerja di Rumah
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
-
Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026
-
Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat
-
Pemerintah Pastikan WFH ASN Segera Jalan Bulan Ini, Tunggu Pengumuman Resmi
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China