Lifestyle / Komunitas
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi Memakai Parfum (Freepik)

Titik nadi adalah area tubuh yang menghasilkan panas lebih tinggi, seperti pergelangan tangan, leher, belakang telinga, siku bagian dalam, hingga belakang lutut. Panas alami ini membantu menyebarkan aroma parfum secara perlahan sepanjang hari.

Namun, hindari kebiasaan menggosok pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum. Kebiasaan ini justru merusak struktur aroma, terutama top notes, sehingga wangi parfum berubah dan tidak tahan lama. Cukup biarkan parfum mengering secara alami atau tepuk ringan jika diperlukan.

5. Perhatikan Jarak Penyemprotan

Cara menyemprot parfum juga berpengaruh pada hasil akhirnya. Jarak ideal adalah sekitar 15–25 cm dari kulit. Dengan jarak ini, cairan parfum akan menyebar lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.

Selain membuat aroma lebih halus dan natural, teknik ini juga membantu penggunaan parfum jadi lebih hemat. Kamu tidak perlu menyemprot terlalu banyak untuk mendapatkan efek wangi yang maksimal.

6. Gunakan Secukupnya, Jangan Berlebihan

Banyak orang mengira semakin banyak parfum yang digunakan, semakin tahan lama aromanya. Padahal, penggunaan berlebihan justru bisa membuat wangi terasa terlalu menyengat.

Cukup semprotkan parfum sebanyak 2–3 kali pada titik-titik strategis. Jumlah ini sudah cukup untuk memberikan aroma yang tahan lama tanpa terasa berlebihan. Jika aktivitasmu padat atau banyak di luar ruangan, kamu bisa melakukan touch-up ringan di siang hari.

7. Hindari Menyemprotkan Parfum ke Pakaian

Baca Juga: Berapa Harga Parfum Dior Ori? Ini 5 Varian Berkelas dengan Harga Lebih Terjangkau

Menyemprotkan parfum ke pakaian sering dianggap sebagai cara agar wangi lebih tahan lama. Namun, cara ini kurang efektif. Parfum tidak dapat bereaksi dengan baik di permukaan kain seperti halnya di kulit.

Selain itu, beberapa jenis parfum bisa meninggalkan noda pada pakaian, terutama yang berwarna terang. Untuk hasil terbaik, aplikasikan parfum langsung ke kulit, khususnya di area hangat tubuh agar aromanya lebih hidup dan menyatu.

8. Sesuaikan dengan Cuaca dan Aktivitas

Faktor lingkungan seperti cuaca juga mempengaruhi ketahanan parfum. Di cuaca panas, aroma parfum cenderung lebih kuat dan cepat menyebar. Sementara di cuaca dingin, aroma terasa lebih lembut dan butuh sedikit tambahan semprotan.

Untuk aktivitas siang hari di cuaca panas, gunakan parfum ringan dan segar. Sedangkan untuk acara malam atau suasana dingin, kamu bisa memilih parfum dengan karakter lebih dalam dan intens.

Demikian itu cara memakai parfum yang benar agar wangi tahan lama. Memakai parfum bukan sekadar rutinitas, tetapi juga seni yang perlu dipahami tekniknya.

Load More