- Sejak Revolusi Islam 1979, Iran melarang penjualan dasi karena dianggap simbol budaya Barat yang dekaden dan menundukkan Pahlavi.
- Penolakan dasi oleh pejabat Iran merupakan penegasan identitas revolusioner, berbeda dengan standar busana profesional global.
- Dasi dipolitisasi sejak era Pahlavi yang memaksakan pakaian Barat sebagai upaya modernisasi dan emansipasi sosial.
Suara.com - Bila kita perhatikan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menlu Iran Abbas Araghchi, dan pejabat lainnya di negeri para Mullah itu, tak pernah tampil menggunakan dasi. Kenapa bisa begitu?
Dasi adalah elemen pakaian yang nyaris universal, terutama untuk acara-acara resmi kenegaraan maupun politik. Tapi uniknya, tidak ada satu pun pejabat hingga diplomat Republik Islam Iran yang memakai dasi.
Sejatinya, di berbagai belahan dunia, kain panjang yang melingkar di leher ini dianggap sebagai standar busana profesional.
Dasi mampu menghidupkan setelan jas yang membosankan, atau secara seremonial memamerkan status sosial seseorang.
Namun, di balik fungsinya sebagai pemanis gaya, dasi menyimpan sejarah politis yang kelam dan kompleks di Republik Islam Iran.
Dilarang dijual
Sementara dunia teknologi abad ke-21 di Silicon Valley mulai meninggalkan jas dan dasi demi kaos oblong dan celana jins, serta budaya "Casual Fridays" merambah kantor-kantor korporat, mengenakan dasi di Iran bisa menjadi proposisi yang berisiko.
Sejak Revolusi Islam tahun 1979, lembaga keagamaan Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Rohullah Khomeini telah melarang penjualan dasi, karena menganggap tekstil tersebut sebagai simbol budaya Barat yang dekaden.
Bagi pemerintah baru Iran pasca-revolusi, dasi dan dasi kupu-kupu dianggap tidak Islami dan dicap sebagai "simbol Barat".
Baca Juga: Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? Cek Info Terkini
Atribut ini dipandang sebagai penanda penundukan budaya di bawah kekuasaan monarki Pahlavi yang sekuler.
Inilah alasan mengapa setiap pejabat Iran, pegawai pemerintah, hingga kepala negara, tetap membiarkan kerah kemeja mereka terbuka meski mengenakan setelan jas formal di forum internasional.
Meskipun dilarang secara hukum, penegakan aturan ini mengalami pasang surut selama bertahun-tahun.
Di bawah pemerintahan presiden reformis Mohammad Khatami tahun 1995 sampai 2005, pembatasan tersebut sempat melonggar, di mana dasi mulai dijual kembali di butik-butik kota besar.
Menariknya, meski penjualannya dilarang, mengenakan dasi bukanlah pelanggaran yang dapat dihukum bagi warga sipil.
Banyak pria Iran masih terlihat mengenakan dasi di lingkungan universitas, pesta pernikahan, atau saat bekerja di sektor swasta.
Tag
Berita Terkait
-
Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? Cek Info Terkini
-
Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran
-
Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
-
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
-
Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir
-
3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh
-
Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong