-
Ribuan pasukan elite Divisi Lintas Udara ke-82 AS tiba untuk memperkuat posisi di Timur Tengah.
-
Pemerintah Amerika Serikat mengkaji operasi darat guna merebut pusat minyak dan nuklir milik Iran.
-
Donald Trump memperingatkan Teheran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan ladang minyak.
Suara.com - Gelombang kedatangan ribuan personel militer pasukan elite Amerika Serikat kini mulai memadati wilayah strategis di kawasan Timur Tengah.
Langkah masif ini menjadi sinyal kuat adanya peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintahan di bawah kepemimpinan Donald Trump dilaporkan tengah mengkaji berbagai skenario militer yang jauh lebih agresif.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kemungkinan meluncurkan operasi tempur darat langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran.
Kehadiran unit-unit tempur terbaik ini menandai babak baru dalam dinamika keamanan yang kian memanas di wilayah tersebut.
Dua narasumber dari pejabat Amerika Serikat memberikan konfirmasi kepada Reuters mengenai pergerakan personel militer dalam jumlah besar ini.
Disebutkan bahwa ribuan serdadu yang berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah mulai mendarat.
Unit ini merupakan pasukan penerjun payung legendaris yang memiliki spesialisasi dalam pengerahan cepat untuk pertempuran skala besar.
Sebelumnya, pada pertengahan Maret lalu, pihak Gedung Putih memang sudah mempertimbangkan penambahan kekuatan militer secara signifikan.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'
Langkah tersebut diambil guna memperluas jangkauan taktis militer Amerika Serikat apabila konfrontasi fisik dengan Iran tidak terhindarkan.
Pasukan yang bermarkas di Fort Bragg, Carolina Utara, ini tidak akan bergerak sendirian dalam menjalankan misi di kawasan.
Mereka dipastikan bergabung dengan ribuan unit Marinir, pelaut, serta pasukan operasi khusus yang telah bersiaga lebih awal.
Catatan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 2.500 personel Marinir telah menapakkan kaki di Timur Tengah pada akhir pekan lalu.
Meski lokasi penempatan secara mendetail dirahasiakan karena alasan keamanan, pengiriman ini mencakup unsur markas besar dan dukungan logistik.
Satu brigade tempur lengkap juga menjadi bagian dari pengiriman unit Angkatan Darat untuk memperkuat lini depan pertahanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week