- Penjualan Ramadan Rhapsody 2026 di Bekasi mencapai Rp1,1 miliar, meningkat 30% dari tahun sebelumnya namun di bawah ekspektasi.
- Masyarakat menahan belanja produk Lebaran akibat isu kelangkaan BBM dan perlambatan kondisi perekonomian nasional.
- Ketua APPMI DKI Jakarta, Dana Duriyatna, menekankan pentingnya dukungan terhadap produk fashion lokal untuk menggerakkan ekonomi.
Suara.com - Isu kelangkaan BBM dan perekonomian yang melambat ternyata membuat masyarakat pilih menahan belanja, termasuk berpikir dua kali saat membeli produk fashion lebaran Idulfitri 2026 lalu.
Fakta ini diungkap Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta, Dana Duriyatna saat memaparkan hasil penjualan Ramadan Rhapsody 2026, yang menurutnya tidak sesuai ekspektasi.
Dana mengatakan omzet penjualan gelaran Ramadan Rhapsody 2026 di Pakuwon City Mall Bekasi yang digelar pada 4 hingga 29 Maret 2026 mencapai Rp1,1 miliar.
Angka penjualan ini menurut Dana, cenderung meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. Namun angka ini belum sesuai ekspektasi, yang diharapkan penjualan meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.
"Peningkatan terjadi sekitar 30% dari tahun lalu. Penjualan terbanyak tentu saja busana dan barang keperluan untuk hari raya Lebaran termasuk aksesoris dan kosmetik," ujar Dana saat closing ceremony Ramadan Rhapsody di Bekasi, Sabtu (28/3/2026).
"Pada busana muslim di tahun ini, tampaknya tunik serta warna butter yellow menjadi incaran konsumen," lanjutnya.
Dana memahami kondisi ini dipengaruhi banyak faktor dari mulai ekonomi di dalam negeri, hingga situasi isu global yang membuat masyarakat lebih menahan dan berhati-hati membelanjakan uangnya.
Apalagi belakangan di Indonesia, pemerintah disebut bakal menerapkan sistem kerja WFH (work from home) untuk menghemat BBM, yang artinya aktivitas orang di luar rumah cenderung terbatas. Kondisi ini akhirnya menurunkan daya beli masyarakat.
"Sebenarnya sih bukan lebih takut (belanja), lebih menahan ya. Apalagi kan ada desas-desus BBM, WFH, terus katanya dolar akan naik. Jadi orang mungkin di Indonesia ini lebih banyak untuk menahan," papar Dana.
Baca Juga: Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?
Tapi peningkatan omzet Ramadan Rhapsody ini masih menunjukkan sinyal industri fashion atau busana muslim masih menggeliat.
"Kalau ditanya ekspektasinya memang masih jauh. Tapi kami mengerti dalam kondisi yang saat ini, teman-teman tahu sendiri dengan kondisi ekonomi memang semua yang tidak pasti," jelas Dana.
Meski begitu, Dana juga memastikan pasokan bahan produk fashion mampu dipenuhi dari dalam negeri.
Selain itu, produk fashion melibatkan banyak pihak dari mulai penjahit, pengrajin, hingga desainer yang akhirnya mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Sehingga dengan membeli produk lokal, maka ikut menggerakkan ekonomi menengah ke bawah. Termasuk di saat rantai pasok dari luar negeri terbatas, maka membeli dan mencintai produk lokal bisa jadi solusi.
"Dalam artian lebih mencintai produk lokal, karena memang produk dari luar itu kan memang bukan main gitu loh. Tapi memang supaya produk kita naik itu kalau bukan kita siapa lagi untuk mencintai produk sendiri," pungkas Dana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal