Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 April 2026 | 10:17 WIB
Lebih dari Sekadar Nilai Akademik: Mengapa Empati Adalah Kunci Masa Depan Anak? (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • The British Institute Pondok Indah menanamkan nilai empati kepada siswa melalui metode pembelajaran interaktif dan menyenangkan.
  • Kegiatan Ramadhan Charity Day 2026 diselenggarakan untuk melatih kepedulian sosial anak melalui pengalaman berbagi secara langsung.
  • Pendekatan inklusif tersebut terbukti berhasil meningkatkan kepercayaan diri anak serta menumbuhkan kecerdasan emosional dan karakter yang baik.

Ariyani Mawardi, COO USG Education, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pembelajaran.

“Bulan Ramadhan selalu menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui Ramadhan Charity Day ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang hangat dan inklusif bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan nilai empati dan kebersamaan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Head of Campus TBI Pondok Indah, Nayda Usvinouva.

“Melalui kegiatan Ramadhan Charity Day ini, kami ingin berbagi kesempatan belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan kebahagiaan untuk teman-teman di panti asuhan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi, menumbuhkan rasa percaya serta membuka kesempatan bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi lebih besar,” ungkapnya.

Dari sisi pengajar, pengalaman ini juga menjadi momen berharga. Narendra Wiku Respati, Senior Teacher TBI, menilai bahwa pendekatan belajar yang menyenangkan berperan besar dalam membangun kepercayaan diri anak.

“Anak-anak biasanya belajar lebih cepat ketika mereka merasa senang dan nyaman. Melalui kegiatan seperti Kids Club ini, kami ingin menghadirkan suasana belajar yang tidak menegangkan, sehingga mereka berani mencoba berbicara dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut,” jelasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan berbuka puasa bersama serta pemberian santunan dan bingkisan kepada anak-anak. Momen sederhana ini justru menjadi inti dari pembelajaran empati, di mana anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan arti kebersamaan dan kepedulian secara langsung.

Melalui inisiatif seperti ini, TBI menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Lebih dari sekadar transfer ilmu, pendidikan mampu membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang peka dan siap memberi dampak positif bagi sesama.

Baca Juga: DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah

Load More