- Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah, menyatakan pembelajaran tatap muka harus diprioritaskan karena efektivitasnya dibanding PJJ.
- Pembelajaran tatap muka penting untuk menjaga kualitas interaksi, praktikum, dan mencegah penurunan capaian belajar siswa.
- PJJ dianggap relevan hanya sebagai solusi adaptif saat terjadi bencana atau kendala akses di daerah tertentu.
Suara.com - Wacana pembelajaran dari rumah (PJJ) sebagai bagian dari upaya penghematan energi menuai respons dari DPR. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka seharusnya tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, efektivitas pembelajaran di sekolah tidak hanya soal penyampaian materi, tetapi juga menyangkut interaksi dan praktik langsung yang sulit digantikan.
“Selain lebih efektif, pendekatan ini (pembelajaran tatap muka) juga penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat tergantikan,” kata Hetifah lewat keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Ia menilai, dengan sistem zonasi yang sudah berjalan, sebagian besar siswa saat ini bersekolah di lokasi yang relatif dekat dari tempat tinggal. Kondisi ini membuat dampak penghematan energi, khususnya dari sektor transportasi, dinilai tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan risiko yang muncul dari pembelajaran jarak jauh.
Hetifah juga mengingatkan sejumlah konsekuensi jika PJJ diterapkan secara luas. Salah satunya adalah potensi penurunan capaian belajar atau learning loss.
“Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Tak hanya itu, keterbatasan interaksi antara guru dan siswa serta perbedaan fasilitas di rumah juga dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan akses pendidikan.
Meski begitu, Hetifah tidak menutup sepenuhnya opsi pembelajaran jarak jauh. Ia menilai PJJ tetap relevan digunakan dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana atau kendala akses di wilayah terpencil.
“Dalam situasi tersebut, PJJ (pembelajaran jarak jauh) menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung,” ungkapnya.
Baca Juga: Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
Ia pun mengimbau pemerintah daerah tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka usai libur Idul Fitri, sembari memperkuat kualitas pengajaran dan memastikan lingkungan belajar tetap aman.
Berita Terkait
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
-
5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026
-
PUI Kritik DPR: Jangan Cuma Kasus Viral, Kawal Kanjuruhan dan KM 50 Secara Serius
-
Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
-
Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan
-
Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen
-
DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang
-
WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai
-
15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?
-
Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M
-
5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026
-
Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!