News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:45 WIB
Hetifah Sjaifudian. [Ist]
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah, menyatakan pembelajaran tatap muka harus diprioritaskan karena efektivitasnya dibanding PJJ.
  • Pembelajaran tatap muka penting untuk menjaga kualitas interaksi, praktikum, dan mencegah penurunan capaian belajar siswa.
  • PJJ dianggap relevan hanya sebagai solusi adaptif saat terjadi bencana atau kendala akses di daerah tertentu.

Suara.com - Wacana pembelajaran dari rumah (PJJ) sebagai bagian dari upaya penghematan energi menuai respons dari DPR. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka seharusnya tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, efektivitas pembelajaran di sekolah tidak hanya soal penyampaian materi, tetapi juga menyangkut interaksi dan praktik langsung yang sulit digantikan.

“Selain lebih efektif, pendekatan ini (pembelajaran tatap muka) juga penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat tergantikan,” kata Hetifah lewat keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai, dengan sistem zonasi yang sudah berjalan, sebagian besar siswa saat ini bersekolah di lokasi yang relatif dekat dari tempat tinggal. Kondisi ini membuat dampak penghematan energi, khususnya dari sektor transportasi, dinilai tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan risiko yang muncul dari pembelajaran jarak jauh.

Hetifah juga mengingatkan sejumlah konsekuensi jika PJJ diterapkan secara luas. Salah satunya adalah potensi penurunan capaian belajar atau learning loss.

“Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Tak hanya itu, keterbatasan interaksi antara guru dan siswa serta perbedaan fasilitas di rumah juga dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan akses pendidikan.

Meski begitu, Hetifah tidak menutup sepenuhnya opsi pembelajaran jarak jauh. Ia menilai PJJ tetap relevan digunakan dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana atau kendala akses di wilayah terpencil.

“Dalam situasi tersebut, PJJ (pembelajaran jarak jauh) menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung,” ungkapnya.

Baca Juga: Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!

Ia pun mengimbau pemerintah daerah tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka usai libur Idul Fitri, sembari memperkuat kualitas pengajaran dan memastikan lingkungan belajar tetap aman.

Load More