Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 02 April 2026 | 16:50 WIB
Ilustrasi toast minuman. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Tradisi sosial seperti melakukan kontak mata saat toast menciptakan koneksi personal yang bermakna dalam menikmati setiap minuman.
  • Tren gaya hidup urban saat ini mendorong masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai karakter rasa minuman sesuai selera pribadi.
  • Event Road to Whisky Live Jakarta 2026 di Park Hyatt menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa melalui sesi tasting.

Suara.com - Pernah merasa sedikit bingung saat menghadiri acara sosial dengan berbagai pilihan minuman di meja? Mulai dari momen toast, cara memegang gelas, hingga bagaimana menikmati setiap tegukan dengan cara yang tepat. Hal-hal kecil ini sering kali terasa sepele, tapi justru bisa membentuk keseluruhan pengalaman.

Dalam banyak situasi, menikmati minuman sebenarnya bukan sekadar soal rasa, tapi juga soal cara. Misalnya saat toast, tradisi sederhana seperti melakukan kontak mata, mengangkat gelas dengan santai, dan tidak terburu-buru menyesap minuman ternyata punya makna sosial tersendiri. Gestur kecil ini menciptakan koneksi, bukan sekadar formalitas.

Hal lain yang sering luput diperhatikan adalah bagaimana setiap minuman punya karakter yang berbeda. Ada yang terasa ringan dan segar, ada yang lebih bold dan kompleks, bahkan ada yang meninggalkan sentuhan smoky atau sedikit manis di akhir. Cara menikmatinya pun bisa berbeda. Ada yang lebih pas diminum perlahan, ada juga yang justru dinikmati tanpa banyak intervensi seperti diaduk atau dicampur.

Menariknya, tren gaya hidup urban saat ini mulai bergeser ke arah eksplorasi. Banyak orang tidak lagi terpaku pada satu preferensi, tetapi justru penasaran mencoba berbagai karakter rasa dalam satu waktu. Bukan untuk menjadi ahli, melainkan untuk memahami apa yang paling sesuai dengan selera pribadi.

“Preferensi konsumen kini semakin berkembang. Eksplorasi tidak lagi tersegmentasi dalam satu kategori, tetapi lebih terbuka dan menyatu dalam satu pengalaman,” ujar Andrew Soetiono, Technical Advisor.

Ilustrasi bartender. (dok. Whisky Live Jakarta)

Dari sini, pengalaman menikmati minuman pun berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas. Bukan hanya soal apa yang diminum, tetapi juga bagaimana suasana dibangun, siapa yang diajak berbagi momen, hingga cerita di balik setiap pilihan yang disajikan. Inilah yang membuat konsep tasting experience semakin diminati—karena menawarkan kesempatan untuk mencoba, membandingkan, dan menemukan preferensi dengan cara yang lebih santai.

Fenomena ini juga yang mulai banyak diadopsi dalam berbagai event lifestyle di kota besar. Salah satunya terlihat dalam rangkaian Road to Whisky Live Jakarta 2026 yang digelar di Park Hyatt Jakarta. Acara ini menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa dalam format yang lebih luas, mempertemukan berbagai kategori dalam satu ruang sehingga pengunjung bisa mencoba dan memahami beragam karakter secara langsung.

“Whisky Live Jakarta selalu menjadi ruang eksplorasi bagi para pecinta untuk memahami karakter dan cerita di balik setiap brand. Tahun ini, kami memperluas perspektif tersebut dengan menghadirkan pengalaman yang lebih beragam dan berkelas,” ujar Agung Sentosa, Direktur Whisky Live Indonesia.

Lewat sesi tasting, showcase, hingga interaksi dengan para pelaku industri, pengalaman yang ditawarkan bukan sekadar menikmati, tetapi juga belajar dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan. Sebuah pendekatan yang terasa relevan dengan gaya hidup saat ini—di mana eksplorasi, koneksi, dan pengalaman menjadi bagian penting dari cara kita menikmati sesuatu.

Baca Juga: 5 Minuman Alami Penurun Kolesterol usai Santap Lemak Lebaran

Pada akhirnya, menikmati minuman bukan lagi soal benar atau salah. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa lebih aware terhadap apa yang kita rasakan, dan menjadikannya bagian dari pengalaman yang lebih personal—baik saat momen santai sendiri maupun ketika berbagi dengan orang lain.

Load More