-
Mayoritas ulama melarang Muslim menghadiri perayaan hari raya agama lain.
-
Kehadiran dalam open house dianggap bentuk partisipasi dalam ritual keagamaan.
-
Umat Islam wajib menjaga akidah namun tetap menjunjung tinggi silaturahmi.
Suara.com - Perayaan hari besar keagamaan sering kali menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga besar, tak terkecuali ketika perayaan Paskah.
Kumpul keluarga atau open house ketika Paskah biasanya diselenggarakan untuk wadah ramah tamah dan merayakan kebangkitan kristus.
Namun, Anda yan mungkin berada di lingkungan keluarga beda agama mungkin seringkali galau ketika mendapatkan undangan untuk ikut kumpul bersama.
Meskipun tujuannya untuk menjaga silaturahmi, umat Islam perlu memahami batasan-batasan dalam akidah agar tidak terjerumus pada hal yang dilarang agama.
Berdasarkan berbagai sumber hukum Islam dan pendapat ulama, berikut penjelasan lengkapnya.
Hukum Menghadiri Perayaan Hari Raya Non-Muslim
Secara umum, mayoritas ulama dan berbagai fatwa menegaskan bahwa seorang Muslim dilarang ikut serta dalam perayaan hari raya umat agama lain, termasuk Paskah dan Natal.
Hal ini dikarenakan kehadiran dalam acara tersebut dianggap sebagai bentuk partisipasi dalam ritual atau perayaan yang tidak sesuai dengan akidah Islam.
Mengutip pandangan ulama, keikutsertaan dalam acara tersebut dikhawatirkan termasuk dalam kategori membantu kemungkaran dan menyerupai suatu kaum (tasyabbuh).
Baca Juga: Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
Dalil Al-Qur'an dan Hadis
Larangan ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 2:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
Selain itu, Rasulullah SAW juga telah memberikan peringatan tegas melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud:
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya." (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albany).
Pendapat Sahabat Nabi dan Ulama Besar
Berita Terkait
-
35 Link Twibbon Paskah 2026 Gratis Download dan Siap Pakai
-
Simbol Kehidupan Baru: Mengapa Telur Menjadi Pusat Perayaan Paskah?
-
30 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 dalam Bahasa Inggris yang Benar dan Penuh Makna
-
Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
-
Peringatan Jumat Agung, Katedral Jakarta Hadirkan Jalan Salib Lux in Nihilo
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
7 Bedak yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Tahan Lama, Pori-pori Tersamarkan
-
5 Urutan Skincare Glad2Glow Pagi yang Benar agar Kulit Sehat dan Glowing Maksimal
-
7 Aplikasi Rasionalisasi UTBK-SNBT Gratis, Ukur Peluang Lolos Kampus Impian
-
Kapan Penutupan Pendaftaran SNBT 2026? Cek Cara Daftar dan Dokumen yang Dibutuhkan
-
Urutan Skincare Malam Basic yang Benar untuk Pemula, Kulit Auto Cerah di Pagi Hari
-
Bagaimana Cara Memilih Parfum Sesuai Kepribadian? Ini 5 yang Cocok untuk Si Energik
-
Urutan Skincare Pagi untuk Remaja, Cek 6 Rekomendasinya yang Cocok Buat Anak Sekolah
-
Bagaimana Cara Memakai Foundation agar Tahan Lama? 5 Produk Ini Nempel Seharian
-
Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis
-
5 Parfum Pria Kalem yang Tahan Lama dari Brand Lokal