-
Telur rebus Paskah maksimal hanya dua jam berada di suhu ruang.
-
Hindari memakan telur rebus yang digunakan untuk permainan di luar ruangan.
-
Gunakan pewarna makanan khusus jika telur Paskah berencana dikonsumsi setelahnya.
Suara.com - Perayaan Paskah selalu identik dengan tradisi menghias telur. Biasanya, telur rebus akan diwarnai dan dilukis dengan cantik sebelum digunakan untuk hiasan atau permainan berburu telur.
Namun, banyak orang mungkin bertanya-tanya telur Paskah yang sudah dihias tersebut boleh dimakan setelahnya atau tidak.
Melansir dari laman Southern Living dan Thedailymeal, berikut adalah panduan lengkap mengenai keamanan mengonsumsi telur Paskah.
1. Perhatikan 'Golden Rule' Dua Jam
Kunci utama keamanan telur rebus ada pada suhu dan waktu penyimpanan. Para ahli sangat menyarankan agar telur rebus segera dimasukkan ke kulkas setelah dimasak.
Telur rebus tidak boleh berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika telur sudah dipajang di meja makan atau digunakan untuk dekorasi seharian, sebaiknya jangan lagi dikonsumsi.
Bakteri seperti Salmonella dapat berkembang dengan sangat cepat pada telur yang dibiarkan di suhu hangat.
2. Bahaya Telur dari Permainan Berburu Telur
Jika Anda menggunakan telur rebus asli untuk permainan berburu telur (egg hunt) di luar ruangan, sebaiknya telur tersebut tidak dimakan.
Baca Juga: 30 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 dalam Bahasa Inggris yang Benar dan Penuh Makna
Telur yang diletakkan di rumput atau tanah sangat rentan terpapar kotoran dan bakteri dari lingkungan sekitar.
Pori-pori pada cangkang telur bisa menyerap kotoran tersebut meski cangkangnya tidak retak.
Untuk keamanan, sebaiknya pisahkan telur untuk hiasan/permainan dengan telur yang memang disiapkan untuk dimakan.
3. Cek Jenis Pewarna yang Digunakan
Pewarna telur juga menentukan apakah telur tersebut layak konsumsi. Pastikan Anda menggunakan pewarna makanan (food grade) jika berencana memakannya.
Hal ini penting karena zat pewarna seringkali meresap melalui pori-pori cangkang atau ikut termakan saat kita mengupas kulitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan