Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 04 April 2026 | 18:29 WIB
Ilustrasi telur paskah (pixabay.com)
Baca 10 detik
  • Menerima telur Paskah termasuk interaksi sosial atau muamalah yang diperbolehkan Islam.

  • Ulama menyatakan Nabi Muhammad SAW pernah menerima hadiah dari non-Muslim.

  • Syarat utamanya adalah pemberian bukan untuk ritual ibadah atau persembahan berhala.

Suara.com - Perayaan Paskah sering kali identik dengan tradisi membagi-bagikan telur cokelat atau telur rebus kepada kerabat dan tetangga.

Di Indonesia yang majemuk, tak jarang umat Kristiani memberikan telur Paskah tersebut kepada warga Muslim sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dan toleransi.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum umat Muslim menerima pemberian telur Paskah dalam pandangan Islam? Apakah hal ini diperbolehkan atau justru dilarang? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Wujud Toleransi dan Keharmonisan Sosial

Menerima pemberian dari non-Muslim, termasuk telur Paskah, pada dasarnya merupakan bagian dari interaksi sosial (muamalah).

Dalam konteks masyarakat heterogen di Indonesia, tradisi saling memberi makanan sering kali menjadi perekat persaudaraan antarumat beragama di lingkungan sekolah, kerja, maupun tempat tinggal.

Secara fisik, telur (baik telur ayam rebus maupun cokelat) adalah makanan yang halal dikonsumsi menurut syariat Islam karena tidak mengandung zat yang diharamkan.

Ilustrasi telur Paskah (Freepik/freepik)

Pandangan Para Ulama

Banyak ulama klasik menyatakan bahwa menerima hadiah dari non-Muslim adalah hal yang mubah atau boleh.

Baca Juga: Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak

Imam An-Nawawi dalam kitab Roudlotuttholibin secara tegas menyatakan kebolehan menerima hadiah dari orang kafir.

Senada dengan itu, Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri pernah menerima hadiah dari Muqauqis, penguasa Mesir yang beragama Nasrani.

Hal ini menjadi rujukan bagi organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dalam memandu sikap toleransi yang berlandaskan ilmu.

Bahkan dalam Shahih Bukhari, terdapat bab khusus mengenai "Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik" yang menceritakan bagaimana para nabi dan Rasulullah SAW berinteraksi secara baik dengan mereka yang berbeda keyakinan.

Syarat dan Batasan yang Perlu Diperhatikan

Meski diperbolehkan, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan oleh umat Muslim agar tetap menjaga koridor akidah:

Load More