Lifestyle / Food & Travel
Senin, 06 April 2026 | 11:11 WIB
Kawasan Pantai Tanjung Lesung. (Dok. KEK Tanjung Lesung)
Baca 10 detik
  • Kabupaten Pandeglang merayakan hari jadi ke-152 dengan beragam tradisi lokal yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
  • Tanjung Lesung menawarkan promo paket wisata selama April 2026 sebagai bentuk partisipasi dalam merayakan ulang tahun Pandeglang.
  • Terdapat pilihan paket menginap eksklusif dan ekonomis yang mencakup akses pantai serta fasilitas olahraga air bagi wisatawan.

Suara.com - Terkadang, kita butuh lebih dari sekadar liburan biasa untuk benar-benar merasa "pulang." Menepi sejenak dari hiruk-pikuk ibu kota, aroma air laut yang asin berpadu dengan embusan angin pantai di pesisir barat Banten selalu punya cara magis untuk menenangkan jiwa.

Namun, Pandeglang bukan hanya tentang pasir putih dan deburan ombak. Di balik keindahan alamnya, tersimpan ribuan cerita, legenda para pendekar sakti, hingga tradisi turun-temurun yang masih bernapas lega hingga hari ini. Menjelajahi wilayah ini berarti menyelami jati diri sebuah daerah yang tumbuh dengan ketangguhan dan kehangatan warganya.

Momen ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan Kabupaten Pandeglang yang tengah bersiap merayakan hari jadinya yang ke-152. Sebagai destinasi wisata unggulan di jantung Pandeglang, Tanjung Lesung turut memeriahkan momen ini dengan menghadirkan promo spesial bertajuk “Pandeglang Anniversary Getaway” yang berlaku sepanjang bulan April 2026.

Berikut adalah alasan mengapa liburan Anda di bulan April ini akan terasa lebih bermakna dengan menyelami jati diri Pandeglang:

1. Menelusuri Legenda "Sang Pembuat Gelang"

Nama Pandeglang memiliki akar sejarah yang memikat dan penuh makna. Salah satu versi menceritakan tentang Ki Pande Gelang, seorang kakek sakti yang membantu seorang putri membatalkan lamaran pangeran jahat dengan membuatkan sebuah gelang penawar kesaktian. Versi lain menyebutkan bahwa nama ini diambil dari kisah Ki Buyut Papak, seorang pandai besi yang melebur potongan meriam Ki Amuk menjadi sepuluh gelang. Semangat ketangkasan dan nilai sejarah inilah yang kini direpresentasikan oleh Tanjung Lesung sebagai kawasan yang tumbuh dari kekayaan kearifan lokal.

2. Merasakan Sisi Magis dan Kebersamaan Warga

Pandeglang kaya akan tradisi unik yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini:

Seni Patingtung: Sebuah pertunjukan tarian bela diri dari Kecamatan Mandalawangi yang bersifat magis religius. Kesenian ini menampilkan ketangkasan penari pria hingga atraksi kekebalan tubuh dari sayatan dan bacokan golok.

Baca Juga: Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba di Tanah Air

Tradisi Bubur Suro: Bentuk syukur warga Pandeglang yang memasak bubur Asyura untuk dibagikan dan disantap bersama sebagai simbol kebersamaan.

Sentuhan Relaksasi Lokal: Mengadaptasi kearifan lokal ini, Tanjung Lesung menyertakan voucher pijat tradisional khas Kulon dalam paket menginap akhir pekan untuk memberikan pengalaman liburan yang autentik.

Pantai Lalassa di Tanjung Lesung. (Dok. KEK Tanjung Lesung)

3. Pilihan Liburan Inklusif: Dari Kemewahan hingga Petualangan Hemat

Tanjung Lesung memastikan perayaan ini dapat dinikmati oleh berbagai segmen wisatawan melalui dua pilihan pengalaman yang berbeda:

Pengalaman Menginap Premium yang Memanjakan

Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra, tersedia paket eksklusif mulai dari Rp1.220.000 nett per malam. Anda akan beristirahat di kamar tipe Zamrud yang eksklusif, lengkap dengan sarapan pagi dan BBQ dinner untuk dua orang. Selama menginap, Anda bebas menjelajahi tiga pantai memukau: Pantai Lalassa, Pantai Bodur, dan Pantai Ladda. Jika berkunjung di hari kerja (weekday), Anda bisa menikmati serunya bersepeda atau mendayung sea kayak di tengah pemandangan Gunung Krakatau yang ikonik.

Load More