Lifestyle / Komunitas
Selasa, 07 Juli 2026 | 22:29 WIB
On Squad Race. (Dok. On)
Baca 10 detik
  • Merek olahraga On menyelenggarakan On Squad Race pertama di Jakarta dengan konsep lomba estafet di Trinity Tower.
  • Sebanyak 60 tim bersaing menempuh lintasan spiral untuk memperebutkan tiket menuju final dunia di Los Angeles.
  • Ajang ini bertujuan mempererat hubungan komunitas lari global melalui kompetisi kreatif yang melibatkan kolaborasi antarpeserta tim.

Suara.com - Lari kini bukan lagi sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran. Di berbagai kota besar, aktivitas ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama, membentuk komunitas, hingga melahirkan berbagai ajang lari dengan konsep yang semakin kreatif.

Tren tersebut juga terlihat di Indonesia. Selain maraknya komunitas lari yang rutin menggelar latihan bersama, berbagai kompetisi kini mulai menghadirkan pengalaman yang berbeda, tidak lagi hanya mengandalkan lintasan jalan raya atau stadion.

Melihat perkembangan budaya lari urban tersebut, merek sportswear asal Swiss, On, menghadirkan On Squad Race untuk pertama kalinya di Jakarta. Ajang yang merupakan bagian dari rangkaian global ini digelar di Trinity Tower dengan konsep lomba estafet yang memanfaatkan area parkir bertingkat sebagai lintasan balap.

Berbeda dari lomba lari pada umumnya, On Squad Race menggunakan format The Spiral, yaitu lintasan yang mengharuskan setiap pelari berlari menuruni sekaligus menaiki jalur ramp sebelum menyerahkan tongkat estafet kepada rekan setimnya.

Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan balapan yang cepat, kompetitif, sekaligus memperkuat kolaborasi antarpeserta.

Sebanyak 60 tim lokal ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Masing-masing tim terdiri dari empat pelari dengan komposisi maksimal dua pelari pria. Mereka akan berlomba mencatat waktu terbaik demi mengamankan tiket menuju World Final On Squad Race yang akan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada September mendatang.

Jakarta menjadi salah satu kota dalam rangkaian global On Squad Race setelah sebelumnya digelar di Beijing. Selanjutnya, kompetisi akan menyambangi sejumlah kota lain seperti Rio de Janeiro, Buenos Aires, Berlin, Barcelona, Tokyo, London, Mexico City, Singapura, hingga Sydney.

Senior Director of Brand Experience On, Karl-Johan Bogefors, mengatakan On Squad Race dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi komunitas lari untuk saling terhubung.

"Melalui On Squad Race, kami tidak hanya menciptakan sebuah kompetisi, tetapi juga membangun platform global untuk merayakan komunitas dan individu yang menjadi denyut nadi budaya lari. Kami ingin menyoroti budaya lari yang unik di setiap kota penyelenggaraan. Pada akhirnya, On Squad Race adalah tentang mempertemukan orang-orang melalui kecintaan yang sama terhadap lari, kompetisi, dan komunitas dengan cara yang khas dari On," ujarnya.

Baca Juga: Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Selain mengikuti kompetisi, setiap peserta memperoleh On Squad Race Performance T, kaus edisi khusus yang terinspirasi dari merchandise tur konser sebagai simbol kebersamaan antaranggota komunitas.

Peserta juga mendapat kesempatan mencoba Cloudmonster 3, sepatu lari terbaru dari On yang tersedia untuk sesi uji coba selama acara berlangsung.

Load More