Suara.com - Di balik ramainya perdagangan dunia, ada satu jalur laut yang perannya sangat krusial, yaitu Selat Malaka. Jalur ini menjadi penghubung utama antarnegara dan dilalui berbagai jenis kapal setiap harinya. Lalu, selat Malaka berada di mana?
Pertanyaan ini muncul usai pernyataan tegas Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan yang menolak negosiasi atau pembayaran tarif pelayaran di Selat Hormuz.
Ia menegaskan bahwa jalur laut internasional adalah hak semua kapal, bukan sesuatu yang harus “dibeli” atau diminta izinnya.
Dalam penjelasannya, Balakrishnan justru menyoroti pentingnya Selat Malaka.Menurutnya, dibandingkan Selat Hormuz, Selat Malaka jauh lebih strategis karena dilalui lebih banyak kapal, mulai dari tanker minyak hingga kapal kontainer yang mengangkut barang ke seluruh dunia.
Pernyataan ini sekaligus membuka mata banyak orang bahwa Selat Malaka bukan sekadar jalur laut biasa.
Berikut ini penjelasan lengkap terkait lokasi Selat Malaka, aktivitas pelayarannya, dan alasan mengapa Selat Malaka memiliki peran yang sangat penting bagi perdagangan dunia.
Di Mana Lokasi Selat Malaka?
Secara geografis, Selat Malaka terletak di antara Pulau Sumatra (Indonesia) di sebelah barat dan Semenanjung Melayu (Malaysia) di sebelah timur. Di bagian utara, selat ini juga berdekatan dengan wilayah Thailand bagian selatan.
Selat ini menghubungkan Laut Andaman di Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan yang merupakan bagian dari Samudra Pasifik.
Dengan panjang sekitar 800 kilometer, Selat Malaka menjadi salah satu jalur laut internasional terpenting di dunia.
Baca Juga: Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar
Yang menarik, di bagian tersempitnya, lebar Selat Malaka kurang dari 2 mil laut. Hal ini membuat lalu lintas kapal sangat padat dan membutuhkan pengawasan ketat.
Oleh karena itu, negara-negara di sekitarnya, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran.
Aktivitas Pelayaran di Selat Malaka
Aktivitas pelayaran di Selat Malaka sangat sibuk, bahkan termasuk yang paling padat di dunia. Setiap hari, berbagai jenis kapal melintasi jalur ini, mulai dari kapal tanker minyak, kapal kontainer, hingga kapal kargo besar.
Sebagian besar kapal yang lewat berasal dari Timur Tengah yang membawa minyak menuju Asia Timur.
Selain itu, banyak juga kapal yang mengangkut barang industri, elektronik, hingga bahan baku produksi antarnegara. Selat ini menjadi jalur utama distribusi energi dan perdagangan global.
Tidak hanya sekadar jalur lewat, kawasan ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi. Banyak kapal yang singgah di pelabuhan, terutama di Singapura, untuk mengisi bahan bakar, bongkar muat barang, atau melakukan perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana