Foto / News
Kamis, 09 April 2026 | 17:41 WIB
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Harga berbagai macam produk plastik mengalami kenaikan di pasaran karena impor bahan baku tersebut terganggu perang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga disebut mencapai hingga 50%.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga barang kebutuhan lain, karena plastik banyak digunakan sebagai kemasan. Data menunjukkan impor plastik RI mencapai sekitar Rp14,78 triliun per bulan, sehingga gangguan pasokan global langsung menekan harga di dalam negeri. [Suara.com/Alfian Winanto,M

Load More