- Presiden Trump mengusulkan biaya perlindungan bagi kapal dagang di Selat Hormuz guna menjamin keamanan dari ancaman Iran.
- Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menolak usulan tersebut karena dianggap sebagai pajak ilegal yang merusak perdagangan bebas.
- Gedung Putih akan membahas rencana kebijakan penarikan biaya keamanan tersebut secara intensif dalam kurun waktu dua pekan ke depan.
Suara.com - Ketegangan diplomatik memanas antara London dan Washington DC setelah Presiden Donald Trump mengusulkan kebijakan kontroversial terkait jalur pelayaran global di Selat Hormuz.
Trump berencana meminta kapal dagang membayar biaya perlindungan saat melintasi Selat Hormuz guna menjamin keamanan dari ancaman Iran.
Usulan itu langsung ditolak keras oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai pajak ilegal yang berpotensi merusak prinsip perdagangan bebas dan hukum internasional.
Sumber dari Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan sikap tegas London.
“Kami tidak akan membayar uang perlindungan untuk berlayar di perairan internasional. Kebebasan navigasi tidak untuk diperjualbelikan,” ungkap Kemenlu Inggris seperti dilansir dari laporan Channel 14, Kamis (9/4).
Pemerintah Inggris juga menilai kebijakan tersebut dapat menjadi preseden berbahaya.
Jika diterapkan, langkah itu dikhawatirkan mendorong negara lain melakukan hal serupa dan memicu kekacauan di jalur perdagangan global.
Di sisi lain, pihak Washington membela rencana tersebut sebagai langkah realistis untuk berbagi beban keamanan.
Washington menilai selama ini Amerika Serikat terlalu lama menanggung biaya perlindungan jalur pelayaran dunia.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
“Sudah saatnya dunia membayar keamanan yang mereka nikmati,” kata sumber di lingkaran Trump.
Sumber tersebut menambahkan bahwa negara lain, termasuk Inggris, dipersilakan mengamankan kapal mereka sendiri jika menolak kebijakan tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan konfirmasi resmi mengenai wacana penarikan pajak untuk kapal saat melintas Selat Hormuz.
Leavitt membenarkan bahwa konsep tersebut merupakan pemikiran langsung dari Trump yang akan segera ditindaklanjuti.
"Itu adalah ide yang telah disampaikan presiden, seperti yang Anda ketahui, dan hal itu akan terus dibahas selama dua pekan ke depan," kata Leavitt dikutip dari Sputnik.
Berita Terkait
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Empat Korban Kebakaran SPBE Cimuning Meninggal Dunia
-
Hari Kedua Pencarian, Korban Longsor Sumedang Ditemukan Meninggal Dunia
-
Pembobol Rumah Kosong di Tangerang Terungkap, Pelaku Dibekuk Saat Bersembunyi di Jakarta Timur
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Gibran Sambut Usulan DPR, Ajak Lembaga Negara Mulai Berkantor di IKN
-
Gibran Dorong Hakim Ad Hoc di Kasus Andrie Yunus: Jaga Marwah Hukum, Jawab Keraguan Publik
-
Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal
-
Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi