- Akar Restaurant di K Club Ubud menyajikan perpaduan kuliner khas Prancis dengan bahan lokal berbasis konsep farm-to-table.
- Chef Suniardana mengolah bahan segar dari kebun sendiri menggunakan teknik Prancis untuk menciptakan pengalaman bersantap bernilai kultural.
- Restoran ini meraih berbagai penghargaan internasional bergengsi berkat dedikasi terhadap kualitas gastronomi dan pemberdayaan komunitas lokal Bali.
Suara.com - Akar Restaurant yang berlokasi di kawasan K Club Ubud menjadi salah satu destinasi kuliner yang tengah mencuri perhatian.
Mengusung konsep unik, restoran ini menghadirkan perpaduan antara cita rasa khas Prancis dengan kekayaan bahan lokal Bali, menciptakan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh makna.
Terletak di tengah suasana alam Ubud yang asri, Akar Restaurant menawarkan lebih dari sekadar hidangan. Restoran ini mengusung filosofi yang menekankan pada keterhubungan antara alam, bahan makanan, dan proses penyajian.
Setiap elemen dalam pengalaman bersantap dirancang untuk menghadirkan harmoni antara tradisi lokal dan teknik modern.
Alban Kibarer, pengusaha asal Prancis sekaligus pendiri K Club Group, menjelaskan bahwa konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada makanan semata, tetapi juga pada pengalaman menyeluruh.
“Di Akar, kami tidak sekadar menyajikan makanan, kami menyalurkan energi. Mulai dari memanen langsung produk dengan tangan dari kebun kami, hingga penyajian diatas piring, semuanya terinspirasi jiwa fine dining Indonesia,” tuturnya dalam surel yang diterima Suara.com.
Konsep farm-to-table menjadi salah satu kekuatan utama restoran ini. Bahan-bahan yang digunakan sebagian besar berasal dari kebun sendiri maupun produsen lokal di sekitar Bali.
Hal ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan, tetapi juga mendukung keberlanjutan serta pemberdayaan komunitas lokal.
Dapur Akar Restaurant dipimpin oleh Chef Suniardana, yang dikenal dengan pendekatan kreatif dalam mengolah bahan lokal menjadi hidangan berkelas dunia.
Baca Juga: Jakarta dalam Sepiring Cerita Kuliner di Buku 'Jakarta A Dining History'
Bersama timnya, ia terlibat langsung dalam proses pemilihan bahan baku hingga tahap akhir penyajian.
"Chef Suniardana dan timnya terlibat langsung dalam pencarian bahan baku berkualitas dan mengunjungi produsen lokal setiap hari untuk mencicipi, menguji, dan berinovasi guna menciptakan kesempurnaan gastronomi," ujarnya.
Bagi Chef Suniardana, setiap hidangan bukan sekadar makanan, melainkan cerita yang ingin disampaikan kepada para penikmatnya.
Ia menggabungkan teknik memasak khas Prancis dengan kekayaan rempah dan tradisi Bali untuk menciptakan identitas rasa yang unik.
“Setiap hidangan yang saya ciptakan adalah sebuah narasi tentang budaya lokal dan esensi Bali, yang diperkuat dengan sentuhan pengolahan seksama khas Prancis sehingga mampu menyempurnakan setiap rasa,” jelasnya.
“Visi saya adalah memadukan rempah-rempah Bali dengan elemen teknik memasak Prancis yang mengedepankan kecermatan, keanggunan, dan gastronomi," imbuhnya lagi.
Berita Terkait
-
Dicelup Saus Lumer, Alasan Ayam Goreng Krispi Ini Jadi Street Food Favorit
-
Cuma Gara-Gara Meja, Riyuka Bunga Cekcok dengan Pengunjung di Restoran Sampai Satpam Dipanggil
-
Pertama di Indonesia, Restoran Cepat Saji Gelar Open House Lebaran di 10 Kota
-
Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma
-
Viral, Pemilik Restoran Pawon Ayu Kartasura Beri THR Motor Buat 29 Karyawan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!