- Blokade AS terhadap Selat Hormuz akibat gagalnya perundingan dengan Iran mengancam 20% pasokan minyak dunia.
- Secara hukum internasional, Selat Hormuz tidak dimiliki satu negara, melainkan jalur transit bebas pelayaran global.
- Nama Selat Hormuz diambil dari ibu Raja Shapur II, penguasa Sasaniyah terkaya di Arab kuno.
Artinya, kapal berbendera apa pun dari seluruh dunia bebas melintas tanpa hambatan, selama pelayarannya damai dan tidak menebar ancaman militer bagi negara pesisir.
Di atas kertas, baik Iran maupun Oman tidak bisa begitu saja menutup portal tol laut ini tanpa memicu murka internasional.
Namun dalam realitas geopolitik, Iran berkali-kali menggunakan posisi geografisnya di sisi utara sebagai senjata psikologis.
Jika hubungan dengan Blok Barat memanas, Teheran selalu menjadikan ancaman penutupan Selat Hormuz sebagai alat negosiasi utama.
Pernyataan terbaru dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang siap mengerahkan pasukan untuk memblokade selat kembali membangkitkan trauma pasar energi.
Negara-negara Asia raksasa seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah pihak yang paling terancam mati kutu jika pasokan energi mereka terhenti di perairan ini.
Menguak Jejak Penguasa Legendaris Selat Hormuz
Jauh sebelum kapal-kapal perang modern saling unjuk gigi, Selat Hormuz sejatinya pernah tunduk di bawah satu penguasa mutlak.
Dialah Raja Shapur II dari Kekaisaran Sasaniyah, salah satu pria terkaya dan paling berpengaruh di Jazirah Arab Kuno.
Baca Juga: Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung
Jalan hidup Shapur II sangatlah unik. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 309 Masehi, tak lama setelah ia dilahirkan ke dunia, menjadikannya raja termuda dalam catatan sejarah.
Masa kekuasaannya yang membentang hingga 70 tahun membawa Kekaisaran Sasaniyah menuju era kejayaan emas.
Salah satu warisan paling abadi dari raja ini adalah nama perairan tersebut. Sebagai bentuk penghormatan kepada wanita yang melahirkannya, ia menamai selat strategis itu dengan nama sang ibu, Ifra Hormizd.
Dari situlah nama "Hormuz" lahir dan bergema melintasi zaman.
Buku Irnshahr and the Downfall of the Sassanid Dynasty mencatat bagaimana kelihaian militer dan diplomasi Shapur II sukses mencaplok Mesopotamia, Armenia, hingga mengunci seluruh pesisir Teluk Persia.
Dengan tangan besinya, ia memonopoli jalur perdagangan paling krusial antara Timur dan Barat, termasuk irisan vital Jalur Sutra yang menghubungkan komoditas Asia Barat dengan daratan China.
Berkat penguasaan atas Selat Hormuz dan Teluk Oman, Shapur II mendulang pundi-pundi kekayaan tanpa batas dari pajak perlintasan komoditas mewah seperti sutra, logam mulia, karpet, hingga rempah-rempah.
Kini, Kekaisaran Sasaniyah yang runtuh pada 651 Masehi itu hanya tersisa dalam buku sejarah, berganti rupa menjadi negara Iran modern.
Namun ironisnya, ribuan tahun setelah Shapur II mangkat, perairan warisan ibunya tersebut tetap menjadi pusaran konflik perebutan kekuasaan yang bisa sewaktu-waktu membakar ekonomi dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik
-
Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia
-
Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli
-
3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud
-
11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
-
Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless
-
Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga