News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran mengecam aksi provokasi Menteri Israel Itamar Ben-Gvir yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa, 15 April.
  • Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya sistematis Israel dalam mengubah identitas sejarah dan status quo Masjid Al-Aqsa.
  • Iran mendesak negara Muslim serta OKI untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran hukum di kawasan.

Suara.com - Pemerintah Iran mengecam keras aksi penistaan dan penodaan Masjid Al Aqsa yang dilakukan ekstremis Zionis yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran yang terus terjadi di wilayah Palestina.

Dalam pernyataan resmi, Teheran juga menyoroti serangan yang disebut ilegal terhadap Lebanon dan negara lain di kawasan.

“Iran menilai seluruh negara memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk menghadapi tren ini, serta mengecam dan menghukum pelaku kejahatan,” ujar Baqaei dilansir dari Tasnim News Agency, Selasa (15/4).

Baqaei menegaskan posisi Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam dan situs suci yang memiliki nilai historis tinggi.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan upaya untuk mengubah identitas Islam dan sejarah kota suci Al-Quds serta memicu kemarahan umat Muslim dunia.

Baqaei juga mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara Muslim untuk mengambil langkah konkret.

Ia meminta adanya tindakan efektif guna menghadapi apa yang disebut sebagai upaya sistematis Israel terhadap identitas Al-Quds.

Sebelumnya, Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Baca Juga: 5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

Ben-Gvir memasuki area masjid dengan pengawalan ketat aparat Israel dan didampingi para pemukim.

Ben-Gvir bahkan melakukan doa Yahudi di lokasi yang secara kesepakatan sejak 1967 hanya diperuntukkan bagi ibadah umat Muslim, meski non-Muslim diizinkan berkunjung.

Aksi ini memicu kecaman keras dari Palestina dan negara-negara kawasan karena dinilai melanggar status quo tempat suci tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius.

“Ini adalah penodaan kesucian Al-Aqsa, eskalasi yang tercela dan provokasi yang tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Yordania seperti dilansir dari Aljazeera.

Otoritas Palestina juga mengecam keras langkah tersebut.

Load More