Lifestyle / Komunitas
Rabu, 15 April 2026 | 08:22 WIB
sidang kasus pelecehan seksual di FH UI (X.com)

Suara.com - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan munculnya kasus yang menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terkait dugaan pelecehan seksual.

Berawal dari unggahan tangkapan layar percakapan grup, isu ini berkembang menjadi perbincangan nasional karena memuat dugaan pelecehan seksual dan objektifikasi terhadap perempuan.

Sorotan semakin tajam ketika muncul dugaan bahwa korban dalam kasus ini mencapai 27 orang, meski hingga kini belum seluruhnya dipublikasikan secara resmi demi menjaga keamanan dan privasi pihak yang terdampak.

Berikut adalah kronologi 16 mahasiswa FH UI lakukan pelecehan seksual ke 27 korban yang mencakup ulasan bagaimana kasus ini bermula, berkembang, hingga ditangani oleh pihak kampus, dikutip dari akun X @direktoridosen.

Awal Mula Viral di Media Sosial

Kasus ini pertama kali mencuat pada 11 April 2026 ketika sebuah akun di platform X mengunggah thread berisi tangkapan layar percakapan dari grup mahasiswa FH UI.

Isi percakapan tersebut dinilai sangat bermasalah karena berisi candaan vulgar, komentar bernuansa seksual, hingga objektifikasi tubuh perempuan.

Beberapa kalimat bahkan dianggap melewati batas karena mengarah pada normalisasi kekerasan seksual. Unggahan ini dengan cepat viral dan menarik perhatian jutaan pengguna media sosial dalam waktu singkat.

Terungkap 16 Mahasiswa Terlibat

Baca Juga: Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Dari tangkapan layar yang beredar, diketahui bahwa grup tersebut beranggotakan sekitar 16 mahasiswa.

Yang membuat publik semakin terkejut, beberapa nama yang muncul diduga merupakan mahasiswa aktif yang memiliki jabatan penting, seperti pengurus organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, hingga calon panitia kegiatan kampus.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perilaku tidak pantas tersebut terjadi dalam lingkaran yang cukup berpengaruh di lingkungan mahasiswa.

Permintaan Maaf Muncul Sebelum Kasus Ramai

Sebelum kasus ini viral di media sosial, keenam belas mahasiswa tersebut ternyata sudah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf itu ditulis di grup angkatan pada malam 11 April hingga dini hari 12 April 2026. Dalam pesan tersebut, mereka mengakui telah melakukan percakapan yang tidak pantas dan menyampaikan penyesalan.

Load More