Lifestyle / Komunitas
Kamis, 16 April 2026 | 14:44 WIB
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]

Suara.com - Nama Laut Merah mendadak ramai dibicarakan setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras terkait kemungkinan pemblokadean jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang saling melontarkan kebijakan blokade di wilayah strategis Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang dikutip dari kantor berita internasional, pejabat militer Iran menyebut bahwa jika tekanan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut, maka Teheran tidak akan ragu mengambil langkah balasan yang lebih luas. Jalur yang disebut berpotensi terdampak bukan hanya Selat Hormuz, tetapi juga Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.

Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran global, karena kawasan tersebut merupakan urat nadi perdagangan energi dunia. Lantas di mana sebenarnya letak Laut Merah yang terancam diblokade Iran? Simak penjelasan berikut ini.

Lokasi Laut Merah

Lokasi Laut Merah [wikipedia]

Secara geografis, Laut Merah adalah perairan yang berada di antara dua benua besar, yaitu Afrika di sebelah barat dan Asia (Semenanjung Arab) di sebelah timur.

Laut ini membentang dari Terusan Suez di Mesir hingga Selat Bab al-Mandeb yang menghubungkannya dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Laut Merah antara lain:

- Mesir, Sudan, Eritrea, dan Djibouti di sisi Afrika
- Arab Saudi dan Yaman di sisi Asia
- Wilayah utara juga terhubung dekat dengan Israel dan Yordania melalui Teluk Aqaba

Dengan posisi tersebut, Laut Merah menjadi salah satu jalur laut paling vital di dunia, terutama bagi perdagangan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Mengapa Laut Merah Sangat Penting?

Laut Merah bukan sekadar perairan biasa. Jalur ini adalah salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia. Setiap harinya, kapal tanker minyak, kapal kargo, hingga logistik internasional melintasi wilayah ini karena menjadi jalur pintas antara Laut Mediterania dan Samudra Hindia melalui Terusan Suez.

Baca Juga: Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Tanpa Laut Merah, kapal dari Asia menuju Eropa harus memutar jauh mengelilingi Afrika bagian selatan, yang tentu memakan waktu dan biaya jauh lebih besar. Karena itulah, stabilitas kawasan ini sangat berpengaruh terhadap:

- Harga minyak dunia
- Distribusi barang global
- Rantai pasok internasional
- Stabilitas ekonomi negara-negara importir energi

Ketegangan Iran dan AS yang Memicu Ancaman

Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)

Ketegangan terbaru bermula dari kebijakan Amerika Serikat yang disebut melakukan pembatasan terhadap pelabuhan Iran. Situasi ini memicu reaksi keras dari Teheran.

Dalam pernyataannya, seorang pejabat militer Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika jalur perdagangan negaranya terganggu. Bahkan, ia menyebut kemungkinan penghentian aktivitas kapal di beberapa kawasan strategis.

"Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk terus berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, atau Laut Merah," tegas Kepala Pusat Komando Militer Iran, Ali Abdollahi dalam pernyataan resmi pada Rabu (15/4/2026) lewat siaran televisi pemerintah Iran.

Abdollahi juga menekankan bahwa Iran siap mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan nasional, termasuk mengganggu jalur perdagangan di Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah jika diperlukan.

Load More