-
Amerika Serikat mengerahkan 10.000 personel militer untuk memblokade total akses laut menuju pelabuhan Iran.
-
Arus pengiriman minyak mentah dunia lumpuhkan akibat penutupan jalur strategis di Selat Hormuz.
-
Ratusan kapal tanker raksasa terjebak di Teluk tanpa kepastian keberangkatan akibat risiko keamanan.
Suara.com - Arus logistik global di Selat Hormuz mengalami kelumpuhan total setelah militer Amerika Serikat secara agresif menerapkan blokade laut terhadap seluruh akses pelabuhan Iran.
Langkah drastis ini menghentikan jalur distribusi yang biasanya mengangkut seperlima kebutuhan minyak mentah dan gas alam cair dunia ke pasar internasional.
Dikutip dari Times Of Israel, efektivitas blokade ini terlihat jelas dari data pelacakan kapal yang menunjukkan hanya segelintir armada yang berani melintasi titik nadi perdagangan tersebut.
Kekuatan militer Amerika Serikat saat ini dilaporkan telah menutup rapat pintu keluar masuk bagi kapal yang terafiliasi dengan kepentingan ekonomi Teheran.
Pengetatan ini merupakan kelanjutan dari eskalasi serangan udara yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa dalam 48 jam pertama tidak ada satu pun kapal yang berhasil lolos dari pengawasan mereka.
“Tidak ada kapal yang berhasil melewati pasukan AS. Selain itu, 9 kapal telah mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan kembali menuju pelabuhan atau wilayah pesisir Iran,” ungkap CENTCOM melalui platform X.
Untuk menjaga integritas blokade ini, Washington mengerahkan kekuatan besar yang terdiri dari belasan ribu personel terlatih di perairan tersebut.
CENTCOM juga menyatakan bahwa terdapat lebih dari 10.000 personel dikerahkan untuk blokade “terhadap kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.”
Baca Juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
Penyebaran dokumentasi visual dan audio operasi militer sengaja dilakukan sebagai bentuk gertakan terhadap armada komersial yang berniat melanggar aturan tersebut.
Nasib Kapal Sanur dan Tanker yang Terjebak Konvoi
Kapal tanker Rich Starry milik Tiongkok yang membawa metanol dari Iran menjadi salah satu korban yang terpaksa melakukan putar balik di dekat Pulau Qeshm.
Nasib serupa dialami oleh kapal kontainer Golbon berbendera Iran yang sempat bergerak menuju Pakistan namun akhirnya terhenti di dekat pelabuhan Chabahar.
Drama di tengah laut juga dialami kapal Kashan yang mendadak melakukan manuver putar balik menuju selat saat sedang dalam perjalanan ke India.
Meski demikian, beberapa tanker seperti G Summer dan Alicia terpantau menggunakan jalur alternatif yang disebut sebagai rute 'tol' Iran dengan klaim tujuan ke Irak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon
-
Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla