Suara.com - Tarif listrik per kWh di Indonesia selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama karena dampaknya yang langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga maupun biaya operasional usaha. Banyak masyarakat ingin mengetahui apakah tarif listrik terbaru mengalami perubahan atau masih tetap sama seperti sebelumnya.
Pada periode April hingga Juni 2026, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan daya beli masyarakat. Dengan kondisi ekonomi yang masih beradaptasi, keputusan ini menjadi angin segar bagi banyak kalangan, terutama menjelang momen penting seperti Hari Raya.
Walaupun tarif tidak berubah, perlu dipahami bahwa harga listrik per kWh tidaklah seragam. Setiap pelanggan dikenakan tarif berbeda sesuai dengan golongan dan daya listrik yang digunakan. Hal ini mencakup pelanggan rumah tangga, bisnis, industri, hingga fasilitas sosial dan publik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui rincian tarif listrik per kWh agar bisa memperkirakan pengeluaran listrik secara lebih akurat.
Tarif Listrik Rumah Tangga Subsidi
Untuk pelanggan rumah tangga yang masih mendapatkan subsidi, tarif listrik yang dikenakan relatif lebih rendah. Golongan ini umumnya mencakup masyarakat dengan daya listrik kecil, sehingga pemerintah memberikan bantuan agar kebutuhan listrik tetap terjangkau.
Pada periode terbaru ini, pelanggan dengan daya 450 VA dikenakan tarif sekitar Rp415 per kWh. Sementara itu, pelanggan dengan daya 900 VA yang masih termasuk kategori subsidi dikenakan tarif sekitar Rp605 per kWh. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga akses listrik yang merata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tarif Listrik Rumah Tangga Non-Subsidi
Berbeda dengan golongan subsidi, pelanggan rumah tangga non-subsidi dikenakan tarif yang lebih tinggi karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Golongan ini biasanya mencakup rumah dengan daya listrik menengah hingga besar.
Untuk pelanggan 900 VA non-subsidi, tarif yang berlaku sekitar Rp1.352 per kWh. Sementara itu, pelanggan dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA dikenakan tarif yang sama, yaitu sekitar Rp1.444,70 per kWh. Untuk daya yang lebih besar seperti 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif meningkat menjadi Rp1.699,53 per kWh, dan angka yang sama juga berlaku untuk pelanggan dengan daya di atas 6.600 VA.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Terbaru untuk Semua Golongan
Perbedaan ini mencerminkan konsumsi energi yang lebih tinggi serta kemampuan ekonomi pelanggan yang dianggap lebih mampu.
Tarif Listrik untuk Bisnis
Tarif listrik untuk sektor bisnis disesuaikan dengan skala usaha yang dijalankan. Hal ini penting karena listrik menjadi salah satu komponen biaya utama dalam kegiatan usaha.
Untuk pelanggan bisnis dengan daya antara 6.600 VA hingga 200 kVA, tarif yang berlaku berada di kisaran Rp1.444,70 per kWh. Sementara itu, untuk bisnis dengan daya di atas 200 kVA, tarifnya justru lebih rendah, yaitu sekitar Rp1.114,74 per kWh. Penetapan tarif ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan usaha dan meningkatkan daya saing sektor bisnis.
Tarif Listrik untuk Industri
Sektor industri mendapatkan tarif listrik yang lebih kompetitif karena penggunaan energi yang sangat besar dan perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026