Suara.com - Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh sebuah unggahan yang memperlihatkan Jule, mantan istri Na Daehoon memakaikan lip tint pada balitanya.
Dalam video tersebut, anak terlihat memasukkan bibirnya ke dalam mulut, seolah-olah mengira produk itu adalah sesuatu yang aman untuk dikonsumsi. Aksi ini menuai pro dan kontra.
Ada yang menganggapnya sepele, bahkan beralasan bahwa lipstik mahal pasti aman. Namun, tak sedikit pula yang mengingatkan bahwa tindakan tersebut bisa berisiko bagi kesehatan anak.
Perdebatan ini sebenarnya membuka satu isu penting apakah aman menggunakan produk kosmetik dewasa, seperti lipstik atau lip tint, untuk anak-anak?
Bahaya Memakaikan Lipstik Dewasa pada Anak
Secara medis, jawabannya cenderung tidak disarankan. Kulit anak-anak, termasuk bagian bibir, jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa.
Melansir Halodoc, kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap iritasi maupun reaksi alergi akibat bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik.
Lipstik dewasa umumnya diformulasikan untuk kulit orang dewasa yang sudah memiliki perlindungan alami lebih kuat.
Di dalamnya, terdapat berbagai kandungan seperti pewangi sintetis, pengawet, serta pewarna buatan yang berpotensi memicu masalah pada kulit anak.
Reaksi yang muncul bisa berupa kemerahan, rasa gatal, hingga iritasi yang cukup mengganggu.
Baca Juga: 5 Lipstik Lokal untuk Makeup Bold, Warna Intens Elegan dan Tahan Seharian
Selain itu, ada risiko lain yang sering dianggap sepele, yaitu kebiasaan anak kecil yang cenderung memasukkan apa pun ke dalam mulut.
Dalam kasus yang ramai dibicarakan tersebut, banyak warganet menyoroti bagaimana anak tampak menjilat atau "memakan" lip tint yang dipakaikan. Ini bukan hal aneh.
Balita memang belum memahami fungsi kosmetik, sehingga menganggapnya seperti makanan atau permen.
Masalahnya, ketika lipstik tertelan, bahan kimia di dalamnya ikut masuk ke dalam tubuh. Meski dalam jumlah kecil mungkin tidak langsung menimbulkan efek serius, paparan berulang tetap berpotensi membahayakan.
Beberapa lipstik bahkan diketahui mengandung jejak logam berat seperti timbal, arsenik, dan kadmium.
Dalam jangka panjang, akumulasi zat-zat ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Timbal, misalnya, dikenal sebagai logam berat yang dapat mempengaruhi perkembangan saraf dan kognitif anak. Paparan terus-menerus, meski dalam dosis rendah, dapat berdampak pada kemampuan belajar dan perkembangan otak.
Sementara itu, bahan seperti paraben yang sering digunakan sebagai pengawet dikaitkan dengan gangguan sistem endokrin atau hormon.
Tak hanya itu, pewarna sintetis dalam lipstik juga dapat memicu reaksi alergi pada kulit sensitif. Ada pula kandungan triclosan, bahan antibakteri yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan gangguan hormon dan potensi resistensi antibiotik.
Penggunaan lipstik pada anak juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut dermatitis kontak, yaitu peradangan pada kulit akibat paparan zat tertentu.
Gejalanya meliputi bibir kering, pecah-pecah, kemerahan, hingga rasa perih. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan bahkan menimbulkan infeksi sekunder.
Lebih jauh lagi, paparan bahan kimia dari produk yang tidak sesuai usia secara terus-menerus dapat membawa dampak jangka panjang.
Beberapa ahli mengaitkannya dengan risiko gangguan perkembangan, masalah hormonal, hingga peningkatan kemungkinan penyakit kronis di masa depan.
Meski efeknya tidak selalu langsung terlihat, risiko ini tetap perlu dipertimbangkan secara serius.
Argumen bahwa "produk mahal pasti aman" juga perlu diluruskan. Harga tidak selalu menjamin keamanan, terutama jika produk tersebut memang tidak dirancang untuk anak-anak.
Kosmetik dewasa tetap memiliki standar formulasi yang berbeda, terlepas dari seberapa tinggi kualitas atau harganya.
Karena itu, jika anak menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan lipstik, orang tua sebaiknya tidak langsung melarang, tetapi mengarahkannya ke pilihan yang lebih aman.
Saat ini sudah tersedia produk kosmetik khusus anak yang diformulasikan dengan bahan lebih lembut dan minim resiko.
Pilihlah produk dengan label "hypoallergenic" atau "non-toxic", serta pastikan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Alternatif lainnya adalah menggunakan produk berbahan alami, seperti beeswax (lilin lebah), minyak nabati, dan pewarna alami yang cenderung lebih aman untuk kulit sensitif.
Meski demikian, pengawasan tetap diperlukan agar anak tidak berlebihan dalam menggunakannya.
Kejadian yang melibatkan Jule seharusnya menjadi pengingat, bukan sekadar bahan perdebatan di media sosial.
Terlepas dari niatnya, tindakan memakaikan produk dewasa pada anak tanpa mempertimbangkan risiko bisa berdampak pada kesehatan mereka.
Pada akhirnya, orang tua memegang peran penting dalam memastikan keamanan anak, termasuk dalam hal yang tampak sederhana seperti penggunaan lipstik.
Apa yang terlihat sepele bagi orang dewasa, bisa menjadi sesuatu yang berisiko bagi anak-anak.
Jadi, sebelum mengikuti tren atau sekadar ingin terlihat lucu di kamera, ada baiknya mempertimbangkan kembali aspek kesehatan dan keselamatan si kecil.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
-
5 Rekomendasi Setrika Hemat Listrik yang Bikin Pakaian Licin Sempurna
-
7 Mesin Cuci Otomatis yang Awet, Baju Kering Bisa Langsung Pakai Tanpa Dijemur
-
4 Sepatu Adidas Low Cut untuk Si Betis Besar, Termurah di Toko Resmi
-
Cari Lipstik untuk Anak? Ini 5 Pilihan yang Aman dan Nyaman Dipakai
-
Apakah Sunscreen SPF 30 Bagus? Ini Kata Dokter Kulit dan 5 Rekomendasi Produknya
-
5 Rekomendasi Lotion dengan Kolagen agar Kulit Tetap Kencang dan Terawat
-
Berapa Harga Tiket Coachella 2026? Ini Daftar Harga Lengkapnya
-
3 Rekomendasi Hotel di Bandung dengan Predikat Bintang 5!
-
Essence dan Toner Apakah Sama? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan Mengandung Kolagen