Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 23 April 2026 | 10:32 WIB
Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Restoran Baia Nonna resmi mendapatkan sertifikasi halal pada tanggal 21 April 2026 guna memberikan rasa aman bagi konsumen.
  • Pihak manajemen melakukan penyesuaian bahan baku melalui vendor kredibel untuk menjamin kehalalan kuliner Peranakan tanpa mengurangi cita rasa.
  • Sertifikasi ini menjadikan menu khas Peranakan di Baia Nonna lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kehalalan makanan, kebutuhan akan kuliner yang tidak hanya lezat tetapi juga memberikan rasa aman semakin menjadi perhatian utama. 

Hal ini juga berdampak pada meningkatnya minat terhadap hidangan Peranakan yang dikenal kaya rasa, hasil perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, hingga Indonesia. 

Kini, pengalaman menikmati sajian tersebut tidak lagi harus disertai kekhawatiran, seiring hadirnya berbagai restoran yang berkomitmen menghadirkan kuliner autentik dengan jaminan halal.

Salah satu yang menonjol adalah Baia Nonna, restoran Peranakan yang resmi mengumumkan sertifikasi halal pada 21 April 2026 bertepatan dengan momentum Hari Kartini. 

Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan, melainkan sarat makna simbolik tentang perpaduan tradisi dan kemajuan yang tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.

Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah (Dok. Istimewa)

“Kami memang sengaja memilih tanggal 21 April karena bertepatan dengan Hari Kartini, apalagi brand kami mengedepankan sosok Nonna berkebaya yang merepresentasikan nilai tradisi dan kehangatan keluarga,” ujar Brand Manager Baia Nonna, Kearney Sarwono.

Kearney juga menambahkan bahwa proses menuju sertifikasi halal bukanlah perjalanan yang sederhana. 

“Dalam tiga sampai empat bulan terakhir, tantangannya cukup besar karena tidak semua vendor bisa memenuhi standar halal. Kami harus melakukan penyesuaian dan mencari vendor baru tanpa mengurangi kualitas rasa,” jelasnya.

Upaya tersebut mencakup adaptasi bahan baku, termasuk penggunaan bahan impor yang kini telah disesuaikan dengan standar halal melalui kerja sama dengan vendor lokal maupun internasional. 

Baca Juga: Seni Wastra di Atas Meja: Resto Takeover yang Hadirkan Menu Favorit Kartini

“Beberapa bahan seperti butter memang masih impor, tapi semuanya sudah melalui proses sertifikasi halal yang ketat,” tambahnya.

Dari sisi kuliner, Baia Nonna menghadirkan beragam menu Peranakan yang dirancang untuk bisa dinikmati berbagai kalangan dan berbagai waktu makan. Cita rasa yang dihadirkan merupakan perpaduan Malaysia, Singapura, dan Indonesia yang familiar namun tetap memiliki karakter kuat.

Beberapa menu andalan yang menjadi favorit pengunjung antara lain Ayam Berempah dengan aroma rempah yang kaya, Basmati Rice yang lembut dan ringan, Lamb Biryani dengan bumbu khas yang kuat, Fried Black Hokkien Mee dengan cita rasa smoky yang khas, Signature Laksa yang creamy dan gurih, serta Kwetiau Siram dengan saus kental yang menggugah selera.

Selain itu, masih banyak pilihan menu lainnya yang dirancang untuk memberikan pengalaman kuliner Peranakan yang lengkap dan variatif.

“Menu kami dibuat agar bisa dinikmati kapan saja, baik untuk lunch, afternoon tea, maupun dinner. Kami juga terus melakukan pembaruan menu agar tetap sesuai dengan selera pasar,” ujar Kearney.

Di balik pengalaman kuliner tersebut, Baia Nonna berada di bawah naungan GF Culinary Group yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri F&B. Hal ini memastikan standar kualitas rasa, pelayanan, hingga atmosfer restoran tetap terjaga dengan baik.

Load More