Belajar dari Pengetahuan Lokal
Salah satu prinsip utama KIARA adalah menghargai pengetahuan masyarakat lokal. Rahayu menekankan bahwa peneliti bukan satu-satunya sumber pengetahuan mengenai hutan. Oleh karena itu, KIARA berupaya menggabungkan pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan lokal.
“Masyarakat lokal yang sudah hidup berdampingan dengan hutan, berinteraksi dengan hutan selama sekian generasi pun memiliki pengetahuan lokal.” tegas Rahayu.
“Sehingga pada akhirnya solusi konservasi bukan hanya berasal dari kita sebagai outsider, tetapi sesuatu yang memang nantinya akan dimiliki oleh bersama-sama semua pihak” katanya.
Rahayu juga percaya bahwa konservasi bukan tentang hanya menyelamatkan spesies satwa liar atau misalkan tumbuhan tertentu, tetapi juga bagaimana dapat melibatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam upaya pelestarian tersebut.
Konservasi yang Inklusif
KIARA tidak ingin hasil penelitian terkurung dalam bahasa saintifik yang sulit untuk dimengerti. Mereka ingin menyebarluaskan informasi agar semua orang bisa ikut peduli tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan konservasi. Lebih jauh lagi, KIARA ingin berkomitmen untuk menjadi ruang terbuka bagi anak muda Indonesia untuk mempelajari primata dan konservasi.
“Kami membuka kesempatan bagi anak muda melalui program riset dan monitoring serta skema Beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Harapannya nantinya di masa depan semakin banyak konservasionis yang berasal dari Indonesia ” tutupnya.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah
-
BPOM Siapkan Label Nutri-Level, Berapa Batas Aman Konsumsi Gula Harian?
-
Siapa Promotor Hammersonic Festival 2026? Refund Tiket 100 Persen usai Jadi Konser Privat
-
Benarkah BLT Kesra Cair Lagi Bulan April 2026? Cek Info Terbarunya
-
Saat Udara Rumah Tak Lagi Aman, Inovasi Pemurni Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Rincian Tarif Listrik Terbaru
-
Sabun Cuci Muka Bagus pH Berapa? Ini 5 Rekomendasi agar Kulit Aman
-
6 Sepeda dengan Boncengan Belakang Bawaan, Kuat Buat Anak dan Orang Dewasa
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Tercium dari Jarak Jauh, Aroma Elegan dan Tahan Lama
-
6 Parfum Aroma Melon Paling Wangi, Sensasi Segar dan Manis Seperti Buah Asli