Lifestyle / Komunitas
Kamis, 23 April 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi kambing untuk sembelihan kurban (Unsplash/Qamma Farm)

Suara.com - Menjelang momen Idul Adha, permintaan hewan kurban seperti kambing selalu meningkat tajam. Kondisi ini membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi peternak, termasuk pemula yang ingin mulai beternak kambing secara serius.

Namun, keberhasilan usaha ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak, tetapi juga dari kualitas bibit yang dipilih sejak awal.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: sebenarnya kambing minimal umur berapa yang layak dijual untuk kurban?

Selain itu, bagaimana cara memilih bibit yang tepat agar hasil ternak sehat dan bernilai jual tinggi? Berikut panduan lengkapnya.

Syarat Umur Kambing untuk Kurban

Dalam syariat Islam, kambing yang dijadikan hewan kurban memiliki ketentuan umur minimal. Umumnya, kambing harus berusia minimal satu tahun atau sudah memasuki tahun kedua. Hal ini bisa dilihat dari pergantian gigi seri bagian depan (poel), yang menjadi indikator usia pada kambing.

Jika kambing belum mencapai umur tersebut, maka tidak sah dijadikan hewan kurban. Karena itu, penting bagi peternak untuk menghitung waktu pemeliharaan sejak awal, terutama jika target penjualan adalah menjelang Idul Adha.

Idealnya, pembelian bibit dilakukan 6–12 bulan sebelum hari raya agar kambing mencapai usia dan bobot optimal.

Pemilihan jenis kambing sangat memengaruhi kecepatan pertumbuhan dan nilai jual. Beberapa jenis yang populer di Indonesia antara lain kambing Etawa, Kacang, dan Jawa Randu.

Baca Juga: Perbedaan Kambing dan Domba: Mana Lebih Mahal untuk Dijual Saat Idul Adha?

Kambing Etawa dikenal memiliki tubuh besar dan pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga cocok untuk kurban premium. Sementara kambing Kacang lebih kecil, tetapi tahan terhadap kondisi lingkungan dan lebih mudah dirawat.

Jawa Randu merupakan hasil persilangan yang menggabungkan keunggulan keduanya. Memilih jenis yang tepat akan membantu peternak mendapatkan hasil maksimal dalam waktu yang lebih efisien.

Ilustrasi binatang kurban. (Gemini)

Ciri-Ciri Bibit Kambing yang Berkualitas

Bibit kambing yang baik akan sangat menentukan hasil akhir ternak. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:

1. Tubuh proporsional, tidak terlalu kurus

2. Bulu bersih dan mengkilap

3. Mata cerah dan tidak sayu

4. Gerakan lincah dan aktif

5. Nafsu makan baik

Hindari memilih kambing yang terlihat lesu, memiliki luka, atau menunjukkan tanda penyakit. Bibit yang sehat akan lebih cepat tumbuh dan minim risiko kematian.

Untuk tujuan penggemukan menjelang Idul Adha, sebaiknya pilih bibit kambing dengan usia 3–6 bulan. Pada usia ini, kambing masih dalam fase pertumbuhan cepat sehingga lebih mudah digemukkan.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pakan. Kambing membutuhkan pakan utama berupa hijauan seperti rumput gajah, daun lamtoro, atau daun singkong.

Agar pertumbuhan lebih cepat, tambahkan pakan konsentrat yang mengandung protein dan energi tinggi.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal dua kali sehari, dengan porsi yang cukup. Jangan sampai kambing kekurangan makan karena akan menghambat pertumbuhan bobotnya.

Selain pakan, air minum juga harus selalu tersedia. Air yang bersih dan cukup membantu proses metabolisme kambing, sehingga pencernaan berjalan lancar dan nafsu makan tetap terjaga.

Banyak peternak pemula yang mengabaikan hal ini, padahal dampaknya cukup besar terhadap kesehatan ternak.

Selanjutnya adalah kondisi kandang. Kandang yang baik harus bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Hindari kandang yang lembap karena bisa memicu penyakit seperti jamur atau infeksi kulit.

Usahakan kandang dibersihkan setiap hari dari kotoran agar lingkungan tetap higienis. Posisi kandang juga sebaiknya tidak langsung terkena panas matahari sepanjang hari, agar kambing tidak stres.

Manajemen kesehatan juga tidak kalah penting. Lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kambing bebas dari penyakit. Jika perlu, berikan vitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Vaksinasi dan pemberian obat cacing secara berkala juga sangat disarankan agar kambing tetap dalam kondisi prima selama masa penggemukan.

Selain itu, perhatikan juga aktivitas kambing. Kambing yang sehat biasanya aktif bergerak dan memiliki nafsu makan tinggi. Jika terlihat lemas atau tidak mau makan, segera lakukan pengecekan karena bisa jadi itu tanda awal penyakit. Deteksi dini akan mencegah kerugian yang lebih besar.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More