Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 25 April 2026 | 14:41 WIB
Daycare Little Aresha (Google Maps)
Baca 10 detik
  • Daycare Little Aresha Jogja resmi disegel polisi usai viral dugaan kekerasan.
  • Ulasan Google Maps membongkar manipulasi pengasuh, termasuk wajah ramah namun kejam.
  • Para korban mengalami memar hingga kelaparan, menjadi peringatan keras bagi orang tua.

Kelaparan hingga Dikurung di Kamar Mandi

Selain mendapat perlakuan fisik, anak-anak diduga kuat ditelantarkan hingga kelaparan selama dititipkan.

Arum Gayuh melihat sendiri kejanggalan pada keponakannya setiap kali dijemput pulang.

"Pulang sekolah pun kayak kelaperan banget(gak dikasih makan kah?)," ungkap Arum penuh keheranan.

Parahnya lagi, keponakannya itu mengaku sering mendapatkan hukuman yang tak masuk akal.

"Jemput ponakanku ini bilang kalo dikurung dikamar mandi sama miss-nyaa," jelasnya menambahkan fakta mengerikan tersebut.

Doktrin Berbohong dan Kebohongan Visum

Hal paling mengerikan adalah dugaan adanya upaya cuci otak agar korban tidak melapor ke rumah.

Aninditya Chandrarini mendapati lengan anaknya memar, namun pihak sekolah berdalih itu sekadar gatal biasa.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare

Setelah ibu korban mengancam akan melakukan visum, pihak sekolah baru berani mengakui kesalahan stafnya.

"Yg mengerikan, anak saya di doktrin dengan entah bagaimana cara mereka untuk tidak menyampaikan kebenaran apa yg terjadi," beber Aninditya.

Praktik keji ini rupanya diduga sudah berlangsung menahun tanpa terendus sama sekali oleh wali murid.

Hita Wangse menuturkan analisisnya berdasarkan pengalaman masa lalu anaknya saat masih dititipkan di sana.

"Berarti sejak 2024 jg sudah begitu," sorotnya tajam. Ia pun menimpali dengan sinis, "Pantas tidak ada akses cctv untuk orang tua."

Peringatan Keras dan Tuntutan Tutup Permanen

Load More