Lifestyle / Komunitas
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB
Ilustrasi daycare. (Freepik)

Suara.com - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, kawasan Umbulharjo, Yogyakarta, baru-baru ini mengguncang publik dan memicu kekhawatiran luas di kalangan orangtua.

Tempat penitipan anak yang seharusnya menjadi ruang aman justru menyimpan praktik yang menyakitkan mulai dari perlakuan kasar hingga indikasi trauma pada anak-anak.

Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan, sejumlah tanda sebenarnya sudah muncul sejak lama, namun disampaikan pelaku sebagai fase adaptasi biasa.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa tidak semua daycare benar-benar aman dan orangtua perlu lebih peka membaca sinyal sekecil apa pun dari anak mereka.

Lantas apa saja ciri-ciri daycare red flag yang perlu diwaspadai orangtua? Simak penjelasan berikut ini.

Ciri-Ciri Daycare Red Flag

Ilustrasi daycare. (Freepik)

1. Perubahan Perilaku Anak yang Tidak Wajar

Salah satu tanda paling awal biasanya terlihat dari perubahan sikap anak. Jika sebelumnya anak terlihat antusias, namun tiba-tiba menolak keras pergi ke daycare, hal ini tidak boleh diabaikan. Anak bisa menunjukkan reaksi seperti:

  • Tantrum berlebihan setiap pagi
  • Menjadi sangat lengket dengan orangtua
  • Ketakutan saat melihat pengasuh tertentu
  • Gangguan tidur atau mimpi buruk

Perubahan ini sering kali merupakan bentuk komunikasi bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman atau bahkan berbahaya.

2. Tanda Fisik yang Mencurigakan

Baca Juga: Balita Dikunci di Kamar Mandi: Kisah di Balik Pintu Daycare Little Aresha Yogyakarta

Selain perilaku, kondisi fisik anak juga perlu diperhatikan. Luka seperti memar, lecet, atau goresan yang tidak dijelaskan secara logis oleh pihak daycare patut dicurigai. Beberapa indikator yang perlu diwaspadai:

  • Luka berulang di bagian tubuh yang sama
  • Penjelasan yang berubah-ubah dari pengasuh
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Anak sering sakit tanpa sebab jelas

Jika pola ini terjadi berulang, besar kemungkinan ada masalah dalam pengawasan atau perlakuan terhadap anak.

3. Kurangnya Transparansi dari Pihak Daycare

Daycare yang profesional seharusnya terbuka kepada orangtua. Namun, salah satu red flag terbesar adalah ketika pengelola terlihat defensif atau tertutup. Ciri-cirinya meliputi:

  • Tidak mengizinkan orangtua melakukan kunjungan mendadak
  • Tidak menyediakan akses CCTV
  • Enggan menjelaskan aktivitas harian anak
  • Menghindari pertanyaan detail dari orangtua

Transparansi adalah fondasi kepercayaan. Jika hal ini tidak ada, orangtua patut mempertimbangkan ulang.

4. Lingkungan yang Tidak Aman dan Tidak Layak

Load More