Suara.com - Tempat penitipan anak (Daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi sorotan setelah polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak.
Adapun Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia mengungkap penetapan tersangka didasarkan pada hasil gelar perkara yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026.
Diketahui, 13 orang tersangka tersebut terdiri atas satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, serta sebelas orang pengasuh yang sehari-hari bertugas di lokasi tersebut.
"Menetapkan 13 orang tersangka sementara, terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas orang pengasuh," ungkap Pandia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik dugaan tindak kekerasan yang terjadi, termasuk kemungkinan adanya pola perlakuan tertentu yang dilakukan secara sistematis terhadap anak-anak yang dititipkan.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa penggerebekan Daycare Little Aresha awalnya dilakukan karena tempat penitipan anak tersebut diduga memperlakukan anak secara diskriminatif.
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakukan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” ujar Adrian.
Diketahui, jumlah anak yang diduga menjadi korban dalam kasus ini mencapai ratusan dengan rentang usia yang masih sangat dini.
Ia mengungkap anak yang menjadi korban dalam kasus ini masih balita. Jumlahnya mencapai 103 anak.
Baca Juga: Viral! Tangis Histeris Istri Sah Mohon Suami Lepaskan Selingkuhan SPG Demi Anak
"Korban itu, kalau untuk total semua itu, jadi itu kan ada beda-beda, ya. Ada yang umur dari 0–3 bulan. Itu berbeda-beda. Tapi kalau jumlah semua, kita lihat itu 103," ucapnya.
"(Namun sementara) yang kita lihat ada tindakan kekerasan itu sekitar 53 orang (anak). By data ya," beber Adrian.
Saat penggerebekan, petugas pun menemukan sejumlah balita dalam kondisi terikat di tangan maupun kaki. Polisi menilai perlakuan tersebut tidak manusiawi, dan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring pendalaman kasus.
"Ada juga yang kakinya diikat. Tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum itu yang bisa saya jelaskan," ucap Adrian.
"Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi," imbuh Adrian.
Kontributor : Anistya Yustika
Berita Terkait
-
Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?
-
Foto Para Balita di Little Aresha Diikat dan Dibiarkan Telanjang Bikin Publik Marah
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Viral Banser Tepis Kasar Tangan Jemaah Ibu-Ibu saat Kawal Ustazah, Wajah Syok Penceramah Disorot
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
Kasus Febrie Adriansyah Disorot Media Asing: Ujian Serius Pemerintahan Prabowo
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Inovasi Brownies Mocaf Belimbing, Angkat Potensi Lokal Hingga Naik Kelas Bersama BRI