Suara.com - Peristiwa memilukan terjadi di daycare Little Aresha Yogyakarta setelah terungkap dugaan kekerasan terhadap anak serta operasional tanpa izin resmi.
Kasus ini terkuak usai laporan masyarakat dan mantan karyawan yang tidak sanggup melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap bayi dan anak-anak.
Pihak kepolisian langsung melakukan penggerebekan di lokasi yang berada di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat, 24 April 2026.
Sejumlah fakta mengejutkan ditemukan, mulai dari bayi diikat hingga anak-anak dibiarkan kelaparan dan mengalami tekanan psikologis berat.
Seorang ibu dengan akun Threads @annisakhaaa membagikan pengalaman pahit setelah mengetahui bayinya menjadi salah satu korban daycare tersebut.
"Nggak pernah-pernahnya ngebayangin akan ada hari kayak gini, hal yang paling kutakutin malah kejadian ke anakku," tulisnya dalam curhatan emosional.
Dia mengaku tubuhnya gemetar saat diperlihatkan video oleh polisi yang menunjukkan bayinya diikat sambil menangis sesenggukan.
"Hatiku hancur banget, di video ada enam bayi diikat kakinya tanpa baju hanya pakai diapers, nangis, haus, dingin," lanjutnya menggambarkan kondisi tersebut.
Tidak hanya bayi, anak-anak yang lebih besar juga terlihat mengalami perlakuan serupa dengan tangan diikat di pintu, jendela, maupun lantai bermain.
Baca Juga: Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru
Setelah kejadian itu, para orang tua korban membentuk grup komunikasi untuk saling berbagi informasi dan menguatkan satu sama lain.
"Sampai rumah hampir Isya, baca grup makin sakit hati, anakku enam bulan di situ dengan perlakuan seperti itu setiap hari," tulisnya lagi.
Rasa bersalah mendalam juga diungkapkan oleh ibu tersebut yang merasa gagal melindungi anaknya dari tempat yang seharusnya aman.
"Sekarang aku ngerasa bodoh, ibu macam apa aku ini, kenapa aku nggak sadar," ungkapnya penuh penyesalan dan kesedihan.
Kasus ini juga menyeret fakta bahwa daycare Little Aresha tidak memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Perizinan setempat.
Polresta Yogyakarta kini tengah mendalami kasus dengan memeriksa saksi, termasuk pengelola dan pengasuh, serta memberikan pendampingan bagi korban.
Lokasi daycare telah dipasangi garis polisi sementara penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh praktik yang terjadi di dalamnya.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Lebih dari 50 Balita Jadi Korban Penganiayaan, Daycare Little Aresha Ternyata Tak Berizin
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?
-
Foto Para Balita di Little Aresha Diikat dan Dibiarkan Telanjang Bikin Publik Marah
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
Kasus Febrie Adriansyah Disorot Media Asing: Ujian Serius Pemerintahan Prabowo
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Inovasi Brownies Mocaf Belimbing, Angkat Potensi Lokal Hingga Naik Kelas Bersama BRI