Suara.com - Tercengang dan kaget. Dua kata itu masih melekat di kepala saya sejak liputan hari itu.
Itu kali pertama saya menginjakkan kaki di Jagakarsa, wilayah paling selatan di Jakarta Selatan yang selama ini hanya saya kenal lewat peta.
Perjalanan ke sana langsung memberi kesan yang berbeda. Jalanannya tidak rata, naik-turun, dan berkelok di antara gang-gang sempit. Beberapa kali saya refleks berpegangan lebih erat di motor yang saya tumpangi, mencoba menyeimbangkan diri setiap kali roda menghantam lubang atau tikungan tajam.
Beruntung, cuaca sedang bersahabat. Langit tidak terlalu terik. Angin berembus pelan, cukup untuk menenangkan rasa tegang selama perjalanan. Tapi tetap saja, ada sensasi seperti sedang menjalani ekspedisi kecil, menembus sisi lain Jakarta yang jarang saya lihat.
Hari itu saya ditugaskan untuk bertemu dengan tim dari GUDRND.
Perjalanan menuju markas mereka terasa lebih dari sekadar berpindah tempat. Ada rasa penasaran yang terus tumbuh di sepanjang jalan, seperti sedang mencari sesuatu yang tersembunyi.
Perjalanan Menuju Hidden Gem
Sesampainya di lokasi, saya sempat kebingungan. Alamatnya sudah tepat, tetapi bangunannya tidak langsung terlihat.
Setelah bertanya ke warga sekitar, saya akhirnya menemukan bahwa tempat itu memang workshop GUDRND.
Dari luar, tampilannya seperti rumah biasa—sederhana dan nyaris tak mencolok. Namun begitu masuk, saya langsung disambut tumpukan baliho dan banner bekas.
Baca Juga: Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah
Pemandangan itu seketika terasa menampar—mengingatkan pada persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Pada Pemilu 2024 saja, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 784 ribu meter kubik atau setara 392 ribu ton. Ribuan ton di antaranya berasal dari alat peraga kampanye (APK) yang, setelah masa pemilu usai, kerap berakhir menumpuk di gudang Satpol PP atau menjadi penghuni abadi tempat pembuangan akhir karena tak mudah diolah.
Tak lama, saya disambut hangat oleh salah satu founder GUDRND, Muhammad Aldino. Sosoknya terbuka dan ramah, membuat suasana terasa cair sejak awal.
Di sudut studio yang dipenuhi material bekas itu, Aldino mulai bercerita, tentang bagaimana GUDRND lahir, dari keresahan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi sebuah gerakan.
Bukan Ahli Kimia, Hanya Sekumpulan Seniman
Sekilas, nama GUDRND terdengar seperti sesuatu yang rumit dan saintifik. Tapi bagi Aldino dan kawan-kawan, nama itu justru lahir dari hal yang sederhana—bahkan cenderung iseng.
“Gud RND itu kan singkatan dari rekayasa dan dicoba-coba. Jadi diplesetin dari R&D, research and development,” ujarnya dengan senyum lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123