News / Metropolitan
Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB
Ilustrasi kebakaran sampah - Bakal Calon Wali Kota Cilegon, Robinsar (keempat kiri) meninjau lokasi kebakaran TPSA Bagendung. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran tumpukan sampah terjadi di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, sejak Kamis hingga Jumat, 24 April 2026.
  • Sepuluh unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang masih tersimpan di bawah tumpukan sampah.
  • Petugas menunggu bantuan alat berat ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah agar proses pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh.

Suara.com - Aktivitas warga di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (23/4/2026) sempat terganggu akibat kebakaran tumpukan sampah.

Hari ini, Jumat (24/4/2026), peristiwa serupa terulang dari titik yang sama, dan asap imbas kebakaran kembali mencemari udara.

"Ini lanjutan dari kebakaran Kamis dini hari kemarin, yang sudah padam tadi malam," ujar Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman.

Guna menjinakkan si jago merah, 10 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke titik api di Pegangsaan Dua.

Sembilan unit berasal dari Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, sementara satu unit pompa bantuan dikerahkan pihak Kodim untuk mempercepat proses penanganan.

Meskipun puluhan personel sudah berjibaku di lapangan, petugas masih mengalami kendala teknis dalam memadamkan api yang tertimbun di dalam tumpukan sampah.

Gatot menyebutkan, air yang disemprotkan hanya mampu menjangkau lapisan permukaan sampah, sementara bara api masih tersimpan di bagian bawah.

"Semestinya kan harus diaduk dengan unit beko," jelasnya.

Hingga saat ini, petugas masih menunggu bantuan alat berat berupa ekskavator atau beko untuk membantu mengurai tumpukan sampah.

Baca Juga: Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban

Kehadiran alat berat dianggap krusial agar proses pendinginan bisa dilakukan secara menyeluruh hingga ke dasar tumpukan.

"Mudah-mudahan kalau beko hadir, ada suatu percepatan untuk proses pemadaman," pungkas Gatot.

Load More