- Kebakaran tumpukan sampah terjadi di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, sejak Kamis hingga Jumat, 24 April 2026.
- Sepuluh unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang masih tersimpan di bawah tumpukan sampah.
- Petugas menunggu bantuan alat berat ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah agar proses pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh.
Suara.com - Aktivitas warga di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (23/4/2026) sempat terganggu akibat kebakaran tumpukan sampah.
Hari ini, Jumat (24/4/2026), peristiwa serupa terulang dari titik yang sama, dan asap imbas kebakaran kembali mencemari udara.
"Ini lanjutan dari kebakaran Kamis dini hari kemarin, yang sudah padam tadi malam," ujar Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman.
Guna menjinakkan si jago merah, 10 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke titik api di Pegangsaan Dua.
Sembilan unit berasal dari Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, sementara satu unit pompa bantuan dikerahkan pihak Kodim untuk mempercepat proses penanganan.
Meskipun puluhan personel sudah berjibaku di lapangan, petugas masih mengalami kendala teknis dalam memadamkan api yang tertimbun di dalam tumpukan sampah.
Gatot menyebutkan, air yang disemprotkan hanya mampu menjangkau lapisan permukaan sampah, sementara bara api masih tersimpan di bagian bawah.
"Semestinya kan harus diaduk dengan unit beko," jelasnya.
Hingga saat ini, petugas masih menunggu bantuan alat berat berupa ekskavator atau beko untuk membantu mengurai tumpukan sampah.
Baca Juga: Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban
Kehadiran alat berat dianggap krusial agar proses pendinginan bisa dilakukan secara menyeluruh hingga ke dasar tumpukan.
"Mudah-mudahan kalau beko hadir, ada suatu percepatan untuk proses pemadaman," pungkas Gatot.
Berita Terkait
-
Gereja Berusia 2 Abad di AS Porak-poranda Diamuk Si Jago Merah, 5 Petugas Damkar Jadi Korban
-
Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya
-
Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
Hari Bumi 2026: Refleksi di Tengah Kepungan Kabut dan Ancaman Karhutla
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS
-
Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!
-
DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang
-
Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral
-
Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan
-
Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?
-
DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka
-
Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat