- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengkaji pemberian bantuan pemberdayaan bagi keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
- Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta 84 orang terluka.
- Pemerintah memastikan perlindungan asuransi bagi korban melalui Jasa Raharja serta penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tengah mengkaji pemberian bantuan sosial (bansos) kepada korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Mensos membuka peluang untuk memberikan bantuan berupa pemberdayaan maupun dukungan lain yang diperlukan oleh korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tersebut.
“Nanti kita juga akan meng-assessment keluarga yang menjadi korban. Nanti kita akan assessment dan hasil assessment akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Gus Ipul menjelaskan kalau bantuan untuk korban kecelakaan kereta api adalah tanggungan Jasa Raharja.
Menurutnya, asuransi Jasa Raharja diberikan untuk korban kecelakaan angkatan umum transportasi, termasuk insiden KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL.
“Kalau di itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkatan umum transportasi. Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja,” imbuhnya.
Lebih lanjut Mensos mengatakan kalau Pemerintah bakal memberikan dukungan penuh untuk korban tabrak kereta, sesuai arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data PT KAI, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan itu tercatat 14 orang dan 84 orang lainnya luka-luka.
Baca Juga: KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Berita Terkait
-
KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?
-
Siapa Pemilik VinFast? Taksi Listrik Green SM Dituding Pemicu Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi
-
14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati