Bisnis / Makro
Selasa, 28 April 2026 | 13:17 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di DPR RI, Jakarta, Rabu (12/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Andi Muhlis)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengkaji pemberian bantuan pemberdayaan bagi keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
  • Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta 84 orang terluka.
  • Pemerintah memastikan perlindungan asuransi bagi korban melalui Jasa Raharja serta penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tengah mengkaji pemberian bantuan sosial (bansos) kepada korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Mensos membuka peluang untuk memberikan bantuan berupa pemberdayaan maupun dukungan lain yang diperlukan oleh korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tersebut.

“Nanti kita juga akan meng-assessment keluarga yang menjadi korban. Nanti kita akan assessment dan hasil assessment akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026). 

Gus Ipul menjelaskan kalau bantuan untuk korban kecelakaan kereta api adalah tanggungan Jasa Raharja. 

Menurutnya, asuransi Jasa Raharja diberikan untuk korban kecelakaan angkatan umum transportasi, termasuk insiden KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL.

“Kalau di itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkatan umum transportasi. Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja,” imbuhnya.

Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta di Bekasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr)

Lebih lanjut Mensos mengatakan kalau Pemerintah bakal memberikan dukungan penuh untuk korban tabrak kereta, sesuai arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data PT KAI, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan itu tercatat 14 orang dan 84 orang lainnya luka-luka.

Baca Juga: KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu

Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Load More