News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 13:15 WIB
Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan gangguan operasional hingga Selasa, 28 April 2026.
  • PT KAI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur, rel, dan sistem persinyalan demi memastikan standar keamanan perjalanan terpenuhi kembali.
  • Gangguan tersebut menyebabkan operasional kereta jarak jauh terhambat dan mengakibatkan keterlambatan sedikitnya pada 25 perjalanan kereta api.

Suara.com - Kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih menyebabkan perjalanan kereta lainnya terhambat hingga Selasa (28/4) siang. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan hingga saat ini Stasiun Bekasi Timur dan layanan KRL arah Cikarang belum dapat dioperasikan.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan operasional KRL menuju arah Cikarang kembali normal pasca-tabrakan tersebut. Bobby menyampaikan bahwa saat ini KAI masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai komponen jalur sebelum memutuskan pembukaan kembali layanan KRL.

“Kita evaluasi dulu sedikit. Sekarang kita bekerja untuk jalur hulu. Kita harus pastikan kondisi rel, kondisi LAA (listrik aliran atas), kemudian persinyalannya. Jangan-jangan ter-impact oleh benturan tadi malam,” ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, seluruh komponen akan diperiksa satu per satu untuk memastikan keamanan perjalanan kereta. Jika seluruh sistem telah memenuhi standar, barulah operasional akan kembali dibuka.

“Kita cek satu per satu sistemnya. Jika semua comply dengan aturan, dengan standar UIC, kita akan jalankan,” jelasnya.

Di sisi lain, dampak tabrakan juga masih dirasakan pada perjalanan kereta jarak jauh. Hingga saat ini, operasional belum sepenuhnya normal karena penggunaan jalur masih dilakukan secara bergantian.

“Masih ada gangguan, karena kita masih pakai jalur hilir untuk ganti-gantian. Dari Bekasi, Bekasi Timur ini hanya double track, belum double-double track,” ungkapnya.

Akibat kondisi tersebut, KAI mencatat sedikitnya 25 perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan.

KAI memastikan akan terus mempercepat proses pemulihan jalur agar layanan kereta, baik KRL maupun kereta jarak jauh, dapat kembali beroperasi normal secepat mungkin.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Load More