- Gita, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, menjadi korban dalam kecelakaan tabrakan kereta api pada Senin pagi, 27 April 2026.
- Insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur saat korban sedang melakukan perjalanan.
- Tragedi di Bekasi Timur tersebut mengakibatkan Gita meninggal dunia bersama dengan 15 korban jiwa lainnya dalam kecelakaan tersebut.
Suara.com - Sepuluh menit sebelum segalanya berubah, Gita masih seperti anak muda lain pada umumnya. Ia berada di dalam kereta menempuh perjalanan yang biasa, menuju tujuan yang biasa, pada malam yang seharusnya biasa juga.
Lewat layar ponselnya, ia mengirim pesan kepada sang ayah.
"Pak, 10 menit lagi saya sampai Cibitung."
Kalimat itu singkat, tidak ada tanda cemas. Tidak ada firasat buruk. Hanya kabar sederhana dari seorang anak kepada orang tuanya bahwa sebentar lagi ia tiba.
Di Stasiun Cibitung, ayahnya menunggu.
Barangkali ia berdiri sambil sesekali melihat arah rel. Barangkali ia memeriksa jam. Barangkali ia membayangkan putrinya akan turun dari pintu kereta, berjalan cepat sambil tersenyum kecil, lalu pulang bersama seperti hari-hari sebelumnya.
Namun Gita tak pernah sampai.
Pada Senin malam, 27 April 2026, KRL yang ditumpanginya bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur. Dalam hitungan detik, perjalanan biasa berubah menjadi kabar duka yang akan diingat banyak orang.
Gita berada di gerbong wanita saat kejadian itu berlangsung.
Baca Juga: Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Ia baru berusia 20 tahun. Usia ketika seseorang biasanya masih sibuk menata masa depan, dengan rencana-rencana masih tumbuh liar di kepala. Masa ketika dunia terasa luas dan waktu terasa panjang.
Ia dikenal sebagai perempuan yang hangat dan mudah akrab. Menyenangkan diajak bicara. Orang-orang mengenangnya sebagai sosok yang selalu membawa keceriaan, seolah ia punya cara sendiri membuat suasana jadi lebih ringan.
Di kampus, ia menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di sebuah universitas swasta. Ia sedang belajar menjadi seseorang. Gita sedang merintis jalan yang mungkin belum sepenuhnya ia tahu akan menuju ke mana.
Seperti banyak anak muda lain, ia juga menyimpan daftar mimpi.
Mimpi itu bukan hal rumit. Bukan pula sesuatu yang mustahil. Ia hanya ingin hidup cukup lama untuk mewujudkannya satu per satu.
Dalam sebuah pesan yang kini beredar di antara kerabat dan teman-temannya, Gita pernah menulis keinginannya.
Berita Terkait
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
-
Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI
-
Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur
-
Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi
-
Kemenhub Gali Pelanggaran Green SM, Berpotensi Dapat Sanksi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim