Lifestyle / Komunitas
Rabu, 29 April 2026 | 10:15 WIB
KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Ist)
Baca 10 detik
  • Gita, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, menjadi korban dalam kecelakaan tabrakan kereta api pada Senin pagi, 27 April 2026.
  • Insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur saat korban sedang melakukan perjalanan.
  • Tragedi di Bekasi Timur tersebut mengakibatkan Gita meninggal dunia bersama dengan 15 korban jiwa lainnya dalam kecelakaan tersebut.

"Gue masih mau hidup kok, masih pengen jalan-jalan ke Anfield nonton Liverpool di sana."

"Pengen nonton MotoGP langsung, pengen ke Switzerland, pengen nonton konser Kpop di Jepang."

Betapa muda bunyi kalimat itu. Betapa penuh harapan.

Ia ingin melihat stadion Anfield yang selama ini mungkin hanya ia saksikan dari layar. Ia ingin mendengar gemuruh penonton saat Liverpool bermain di rumahnya sendiri. Ia ingin merasakan aroma malam pertandingan, nyanyian suporter, dan rumput lapangan yang hijau dari dekat.

Ia ingin menonton MotoGP secara langsung, merasakan suara mesin meraung yang tak bisa diwakili televisi. Ia ingin melihat Swiss dengan gunung-gunung dan langit bersihnya. Ia ingin menonton konser K-pop di Jepang, berdiri di tengah kerumunan orang yang sama-sama bernyanyi.

Ia ingin hidup.

Kalimat paling sederhana sekaligus paling menyayat itu kini tertinggal sebagai kenangan.

Ketika keluarga mencarinya, yang ditemukan lebih dulu hanyalah tas miliknya. Di dalamnya, telepon genggam, dompet, dan barang-barang lain masih utuh. Benda-benda itu seolah menunggu pemiliknya kembali mengambilnya.

Namun pemiliknya tak kembali.

Baca Juga: Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur

Sang kakek, Rajihun (63), ikut mencari di RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026. Harapan keluarga digantungkan pada setiap kabar, setiap nama, setiap kemungkinan.

Hingga sehari setelah kecelakaan, ketika proses evakuasi selesai, nama Gita tercatat sebagai salah satu dari 15 korban meninggal dunia.

Sejak saat itu, ia tak lagi menunggu kereta berikutnya. Ia tak lagi mengejar jadwal kuliah. Ia tak lagi mengirim pesan bahwa dirinya sebentar lagi tiba. Yang tersisa adalah cerita tentang seorang gadis 20 tahun yang punya banyak rencana.

Tentang seseorang yang malam itu hanya ingin sampai Cibitung, tetapi diam-diam juga ingin sampai Anfield.

Load More