News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 08:47 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah kereta demi meningkatkan perlindungan keselamatan penumpang perempuan.
  • Usulan tersebut memicu perdebatan karena muncul pendapat bahwa standar keselamatan transportasi harus setara bagi seluruh warga tanpa memandang gender.
  • Arifatul merupakan tokoh berpengalaman di organisasi Muslimat NU dan mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Suara.com - Sosok Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau Arifah Fauzi, tengah menjadi pusat perhatian publik.

Hal ini menyusul pernyataannya terkait tragedi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL (kecelakaan KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Arifah mengusulkan agar posisi gerbong khusus wanita dipindahkan ke tengah rangkaian kereta, alih-alih di ujung depan atau belakang.

Usulan tersebut didasari keinginan untuk memberikan perlindungan lebih bagi kaum perempuan saat terjadi insiden benturan.

Namun, pernyataan ini memicu perdebatan luas. Banyak pihak, termasuk Menko AHY, menekankan bahwa keselamatan transportasi harus bersifat menyeluruh bagi setiap warga negara tanpa memandang gender, karena setiap nyawa memiliki hak perlindungan yang setara.

Di balik riuh kontroversi tersebut, Arifatul Choiri Fauzi sebenarnya memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan impresif di dunia organisasi maupun profesional.

Profil Arifatul Choiri Fauzi

Arifatul Choiri Fauzi lahir di Madura pada 28 Juli 1969, perempuan yang akrab disapa Arifah ini menghabiskan masa sekolahnya di Jakarta, tepatnya di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Ketertarikannya pada dunia dakwah dan komunikasi membawanya menempuh pendidikan tinggi di IAIN Yogyakarta (lulus 1994) dan meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia melalui beasiswa bergengsi Ford Foundation pada tahun 2002.

Karier organisasinya pun dimulai dari bawah. Arifah tercatat pernah memimpin Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada akhir era 80-an.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU dan kini terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU periode 2025-2030.

Masuk Tim Kampanye Prabowo-Gibran

Arifah Fauzi bukanlah nama baru dalam lingkaran kekuasaan saat ini. Ia merupakan salah satu tokoh kunci di balik kemenangan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Menjabat sebagai Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN), Arifah berperan krusial dalam merangkul suara kalangan Nahdliyin dan kelompok Islam di seluruh Indonesia.

Keaktifannya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi semakin memperkuat posisinya sebagai jembatan aspirasi umat.

Kepercayaan Presiden Prabowo pun memuncak saat ia dipanggil ke Kertanegara dan resmi dilantik menjadi Menteri PPPA dalam Kabinet Merah Putih.

Load More