- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah kereta demi meningkatkan perlindungan keselamatan penumpang perempuan.
- Usulan tersebut memicu perdebatan karena muncul pendapat bahwa standar keselamatan transportasi harus setara bagi seluruh warga tanpa memandang gender.
- Arifatul merupakan tokoh berpengalaman di organisasi Muslimat NU dan mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Suara.com - Sosok Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau Arifah Fauzi, tengah menjadi pusat perhatian publik.
Hal ini menyusul pernyataannya terkait tragedi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL (kecelakaan KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Arifah mengusulkan agar posisi gerbong khusus wanita dipindahkan ke tengah rangkaian kereta, alih-alih di ujung depan atau belakang.
Usulan tersebut didasari keinginan untuk memberikan perlindungan lebih bagi kaum perempuan saat terjadi insiden benturan.
Namun, pernyataan ini memicu perdebatan luas. Banyak pihak, termasuk Menko AHY, menekankan bahwa keselamatan transportasi harus bersifat menyeluruh bagi setiap warga negara tanpa memandang gender, karena setiap nyawa memiliki hak perlindungan yang setara.
Di balik riuh kontroversi tersebut, Arifatul Choiri Fauzi sebenarnya memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan impresif di dunia organisasi maupun profesional.
Profil Arifatul Choiri Fauzi
Arifatul Choiri Fauzi lahir di Madura pada 28 Juli 1969, perempuan yang akrab disapa Arifah ini menghabiskan masa sekolahnya di Jakarta, tepatnya di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.
Ketertarikannya pada dunia dakwah dan komunikasi membawanya menempuh pendidikan tinggi di IAIN Yogyakarta (lulus 1994) dan meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia melalui beasiswa bergengsi Ford Foundation pada tahun 2002.
Karier organisasinya pun dimulai dari bawah. Arifah tercatat pernah memimpin Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada akhir era 80-an.
Baca Juga: Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
Ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU dan kini terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU periode 2025-2030.
Masuk Tim Kampanye Prabowo-Gibran
Arifah Fauzi bukanlah nama baru dalam lingkaran kekuasaan saat ini. Ia merupakan salah satu tokoh kunci di balik kemenangan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Menjabat sebagai Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN), Arifah berperan krusial dalam merangkul suara kalangan Nahdliyin dan kelompok Islam di seluruh Indonesia.
Keaktifannya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi semakin memperkuat posisinya sebagai jembatan aspirasi umat.
Kepercayaan Presiden Prabowo pun memuncak saat ia dipanggil ke Kertanegara dan resmi dilantik menjadi Menteri PPPA dalam Kabinet Merah Putih.
Ia juga merupakan seorang produser televisi yang telah menelurkan program-program religi populer seperti "Syair Dzikir" di TPI dan "Hikmah Pagi" di TVRI.
Arifatul Choiri Fauzi pernah menjadi Show Manager untuk konser kebangsaan lintas negara dan memimpin tim kebudayaan Indonesia melakukan tur ke Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Belanda. Di sektor bisnis, ia menduduki posisi Direktur di PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini.
Berita Terkait
-
Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur
-
Kemenhub Gali Pelanggaran Green SM, Berpotensi Dapat Sanksi
-
Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal Gerbong Perempuan Dikritik Gilang Dirga Usai Kecelakaan KRL
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim