Suara.com - Kejadian nahas harus dialami penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur, saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang kereta tersebut. Korban yang muncul terus didata, dan jelas hal ini harus jadi evaluasi semua pihak. Sekilas, tentang sejarah Stasiun Bekas Timur lokasi tabrakan kereta KRL vs KA Argo Bromo bisa Anda cermati di sini.
Stasiun ini menjadi sorotan setelah menjadi lokasi insiden kecelakaan KA Argo Bromo yang menabrak commuter line jurusan Jakarta menuju Cikarang di Jalur 1. Sejatinya, stasiun ini sudah resmi digunakan sebagai salah satu fasilitas transum sejak Oktober 2017 lalu.
Kala itu Stasiun Bekasi Timur diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karta Sumadi, sebagai perpanjangan dari jalur lintasan dengan tujuan akhir pada Stasiun Cikarang untuk keberangkatan dari Cikarang.
Sejarah Singkat Stasiun Bekasi Timur
Seperti yang disampaikan di atas, stasiun ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karta Sumadi pada 7 Oktober 2017 lalu. Stasiun Bekasi Timur jadi bagian perjalanan commuter line ke Jakarta, dengan rute utama Kampung Bandan dan Angke, dan tujuan jalur commuter line berbeda, yakni rute Cikarang ke Tanjung Bandan via Pasar Senen, dan Cikarang ke Angke via Manggarai.
Stasiun Bekasi Timur masuk dalam golongan stasiun kereta api Kelas III, dengan ukurannya yang kecil dan menggunakan kode BKST. Secara praktis, stasiun ini cuma punya dua jalur perlintasan kereta api.
Terdapat pula loket pembelian tiket commuter line, gerbang tiket, serta councorse yang merupakan area serbaguna berupa lantai atau aula luas di stasiun.
Tempat in dilintasi oleh commuter line dan kereta jarak jauh. Daftar kereta jarak jauh yang melintasinya antara lain:
- Argo Bromo
- Taksaka
- Purwojaya 54
- Gunung Jati
- Sembrani
- Argo Parahyangan
- Papandayan
- Senja Utama
- Fajar Utama
Dan masih banyak kereta lain yang turut melintasi stasiun ini.
Baca Juga: Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional
Ketika awal dibangun, tujuannya adalah untuk meminimalisir keberadaan jumlah penumpang yang membludak di Stasiun Bekasi. Lonjakan penumpang biasanya terjadi di pagi dan malam hari, saat jam berangkat dan pulang kerja.
Stasiun ini juga menghubungkan moda tranportasi lain seperti Transjakarta, yang punya tujuan ke Terminal Bekasi menuju Stasiun LRT Cawang, Transjabodetabek Reguler, dan Trans Beken.
Insiden Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Insiden tabrakan ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 lalu. Hingga saat ini, terdapat belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Evakuasi diarahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan perawatan lebih lanjut.
Selain RS Polri Kramat Jati, terdapat beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan korban, diantaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS MItra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi TImur, RS Hermina, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Korban yang meninggal dunia dan luka-luka semuanya berjenis kelamin perempuan, mengingat tabrakan terjadi pada gerbon khusus perempuan yang terkena lokomotif dari Argo Bromo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123