- Stasiun Bekasi Timur ditutup pasca insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Rabu pagi.
- Jalur rel mulai dibuka terbatas untuk kereta jarak jauh meski operasional KRL belum kembali berjalan normal.
- Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI meninjau lokasi untuk memantau proses evakuasi serta pemulihan jalur rel.
Suara.com - Suasana di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih tampak lengang pasca tabrakan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 08.00 WIB, stasiun masih ditutup untuk aktivitas penumpang.
Akses masuk ke area stasiun dijaga ketat dan masih dipasangi garis pengaman milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Sejumlah petugas tampak berjaga di beberapa titik, memastikan tidak ada masyarakat yang mendekati lokasi kejadian.
Di area rel yang menjadi titik kecelakaan, nampak bangkai gerbong KRL masih terlihat berada di pinggir jalur.
Gerbong tersebut hanya ditutup menggunakan terpal, sementara kondisi rel sudah bersih dari percikan kaca maupun material lain sisa tabrakan.
Meski demikian, jalur rel di lokasi kejadian mulai difungsikan secara terbatas.
Berdasarkan pantauan, kereta yang melintas baru sebatas kereta jarak jauh, sementara operasional KRL masih belum kembali normal.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tiba di lokasi untuk melakukan peninjauan langsung. Ia didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.
Baca Juga: Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
Keduanya terlihat meninjau langsung kondisi rel di sekitar area kecelakaan. Mereka berjalan menyusuri jalur rel sambil berdiskusi dengan petugas di lapangan terkait penanganan insiden tersebut.
Hingga saat ini, proses pemulihan jalur dan evakuasi sisa material kecelakaan masih terus dilakukan. Petugas KAI tetap bersiaga di lokasi guna memastikan proses berjalan aman dan terkendali.
Berita Terkait
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
-
Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI
-
Jalur KRL Bekasi-Cikarang Akan Segera Dibuka Secara Bertahap, Begini Penjelasan KAI
-
Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur
-
Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!