- Diyah Kusumastuti diduga otak utama perintah kekerasan anak di Little Aresha.
- Tersangka memanipulasi dokumentasi foto untuk mengelabui orang tua korban setiap hari.
- Rekam jejak Diyah Kusumastuti diduga pernah tersangkut kasus korupsi perbankan 2013.
Suara.com - Kasus kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, tengah menjadi buah bibir nasional.
Di tengah penyidikan kepolisian, sosok Diyah Kusumastuti (DK) selaku Ketua Yayasan Little Aresha mendadak jadi sorotan tajam publik.
Bukan tanpa alasan, wanita berusia 51 tahun ini diduga kuat menjadi otak di balik tindakan tidak manusiawi terhadap balita yang dititipkan di lembaga miliknya.
Berikut, ulasan mengenai peran dan rekam jejak Diyah Kusumastuti yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber di media sosial.
Jadi Otak Tindakan Tidak Manusiawi di Little Aresha
Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, Diyah Kusumastuti bersama Kepala Sekolah berinisial AP (42) diduga sebagai pihak yang memberikan perintah lisan kepada para pengasuh untuk melakukan kekerasan.
Mirisnya, tindakan yang diperintahkan adalah mengikat tangan dan kaki anak-anak yang dititipkan.
Hal ini diperkuat dengan hasil visum terhadap tiga orang anak yang menunjukkan adanya luka di bagian pergelangan tangan dan kaki.
"Ketua yayasan dan kepala sekolah ini selalu hadir di tiap pagi dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut," ujar Kompol Riski Adrian.
Baca Juga: Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
Modus Menghilangkan Jejak
Kekejaman di Little Aresha dilakukan secara terstruktur. Anak-anak tersebut dikabarkan diikat sejak pagi hari saat baru tiba di daycare hingga menjelang waktu jemput.
Untuk menutupi jejak dari orang tua, pihak yayasan melakukan manipulasi dokumentasi. Ikatan anak-anak dilepas hanya saat waktu makan dan mandi.
Setelah dimandikan dan dipakaikan baju bersih, pihak pengasuh baru mengambil foto untuk dikirimkan kepada orang tua sebagai laporan harian bahwa anak mereka baik-baik saja.
Sosok Diyah Kusumastuti: Lulusan Ekonomi yang Kini Jadi Tersangka
Nama Diyah Kusumastuti, S.E., tercatat sebagai Ketua Yayasan Little Aresha. Berdasarkan informasi yang beredar, ia merupakan lulusan strata satu di bidang ekonomi.
Berita Terkait
-
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!
-
Relokasi Korban Little Aresha, Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan
-
Antara Takut Daycare dan Realita Finansial: Haruskah Ibu Bekerja Resign?
-
Kronologi Lengkap Kasus Kekerasan pada Anak di Daycare Little Aresha Sorosutan
-
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Usai Kasus di Yogyakarta
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?