- TIDAR mendesak pembenahan sistem daycare nasional pasca terjadinya dugaan kekerasan anak di Little Aresha, Yogyakarta, April 2026.
- Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan pengasuhan anak dengan melibatkan dinas terkait, PKK, serta pekerja sosial secara aktif.
- TIDAR mendorong audit nasional, penegakan hukum transparan, reformasi regulasi, dan sertifikasi tenaga pengasuh untuk menjamin keamanan anak.
Suara.com - Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (TIDAR) mendesak dilakukannnya pembenahan total terhadap sistem daycare. Hal ini menyusul terjadinya dugaan kasus kekerasan terhadap di salah satu tempat penitipan anak atau daycare di Yogyakarta.
Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Ketua Umum TIDAR, mengatakan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha menjadi tamparan keras bagi negara bahwa perlindungan anak belum berjalan secara utuh dan sistemik.
"Ini menjadi tamparan keras bagi negara. Kita harus meningkatkan kemampuan untuk melakukan pengawasan di level terbawah. Saya menghimbau Dinsos dan Dinas PPPA bekerja sama dengan ibu-ibu PKK serta para pekerja sosial di setiap daerah sampai ke level desa untuk melakukan pengawasan atas setiap organisasi sosial di wilayah masing-masing. Tentu tetap dengan menjaga keamanan dan privasi semua yang dilayani," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan PP TIDAR, Shalimar Anwar Sani, menyebut tidak adanya rasa aman di ruang pengasuhan menunjukkan adanya krisis kepercayaan publik yang harus segera ditangani.
"Jika negara gagal memastikan keamanan anak bahkan di ruang pengasuhan, maka yang kita hadapi bukan sekadar kelalaian, tetapi krisis kepercayaan publik. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun," ujarnya.
"Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi soal keberpihakan nyata negara terhadap masa depan generasi bangsa," sambungnya.
Shalimar mengatakan bahwa reformasi sistem daycare merupakan langkah dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Kita tidak bisa menunggu kasus berikutnya untuk bertindak. Reformasi sistem daycare harus dilakukan sekarang secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam rasa aman, bukan ketakutan," jelasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, TIDAR mendorong langkah strategis, yaitu penegakan hukum yang transparan tanpa kompromi, audit nasional terhadap legalitas dan standar operasional daycare, reformasi regulasi lintas sektor, serta profesionalisasi tenaga pengasuh melalui sertifikasi perlindungan anak.
TIDAR mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat budaya pelaporan, serta bersama-sama mengawal terciptanya ekosistem pengasuhan anak yang aman dan berintegritas.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Unik Meriahkan Saemen Fest 2026, "Sapu Jagat" dan "Sujud" Bergema Beruntun
-
Wali Murid Little Aresha Yogyakarta Geram 3 Orang Belum Diperiksa, 3 Lainnya Melenggang Bebas
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan
-
Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123