News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 12:57 WIB
Ilustrasi anak di daycare. [Pexels/Pavel Danilyuk]
Baca 10 detik
  • TIDAR mendesak pembenahan sistem daycare nasional pasca terjadinya dugaan kekerasan anak di Little Aresha, Yogyakarta, April 2026.
  • Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan pengasuhan anak dengan melibatkan dinas terkait, PKK, serta pekerja sosial secara aktif.
  • TIDAR mendorong audit nasional, penegakan hukum transparan, reformasi regulasi, dan sertifikasi tenaga pengasuh untuk menjamin keamanan anak.

Suara.com - Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (TIDAR) mendesak dilakukannnya pembenahan total terhadap sistem daycare. Hal ini menyusul terjadinya dugaan kasus kekerasan terhadap di salah satu tempat penitipan anak atau daycare di Yogyakarta.

Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Ketua Umum TIDAR, mengatakan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha menjadi tamparan keras bagi negara bahwa perlindungan anak belum berjalan secara utuh dan sistemik.

"Ini menjadi tamparan keras bagi negara. Kita harus meningkatkan kemampuan untuk melakukan pengawasan di level terbawah. Saya menghimbau Dinsos dan Dinas PPPA bekerja sama dengan ibu-ibu PKK serta para pekerja sosial di setiap daerah sampai ke level desa untuk melakukan pengawasan atas setiap organisasi sosial di wilayah masing-masing. Tentu tetap dengan menjaga keamanan dan privasi semua yang dilayani," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan PP TIDAR, Shalimar Anwar Sani, menyebut tidak adanya rasa aman di ruang pengasuhan menunjukkan adanya krisis kepercayaan publik yang harus segera ditangani.

"Jika negara gagal memastikan keamanan anak bahkan di ruang pengasuhan, maka yang kita hadapi bukan sekadar kelalaian, tetapi krisis kepercayaan publik. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun," ujarnya.

"Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi soal keberpihakan nyata negara terhadap masa depan generasi bangsa," sambungnya.

Shalimar mengatakan bahwa reformasi sistem daycare merupakan langkah dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Kita tidak bisa menunggu kasus berikutnya untuk bertindak. Reformasi sistem daycare harus dilakukan sekarang secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam rasa aman, bukan ketakutan," jelasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, TIDAR mendorong langkah strategis, yaitu penegakan hukum yang transparan tanpa kompromi, audit nasional terhadap legalitas dan standar operasional daycare, reformasi regulasi lintas sektor, serta profesionalisasi tenaga pengasuh melalui sertifikasi perlindungan anak.

TIDAR mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat budaya pelaporan, serta bersama-sama mengawal terciptanya ekosistem pengasuhan anak yang aman dan berintegritas.

Load More