- Diyah Kusumastuti tawarkan janji fasilitas mewah untuk jerat orang tua korban.
- Pihak Little Aresha manipulasi dokumentasi foto guna tutupi penyiksaan fisik anak.
- Orang tua dilarang cek lokasi saat hari kerja demi sembunyikan kekerasan
Suara.com - Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menguak tabir gelap di balik manajemen yayasan yang dipimpin Diyah Kusumastuti (DK).
Sebelum kasus ini meledak, Diyah Kusumastuti, Ketua Yayasan Little Aresha memberikan sejumlah janji manis berupa fasilitas yang mewah, program pembelajaran yang bagus dan jam jemput yang fleksibel kepada orangtua murid.
Brosur dan tawaran yang diberikan Little Aresha terlihat sangat profesional, agamis, dan menjanjikan kenyamanan paripurna.
Namun, siapa sangka di balik janji-janji manis dan foto-foto estetik itu, tersimpan praktik tidak manusiawi.
Berikut deretan taktik manipulasi dan janji fasilitas Little Aresha yang kini berbanding terbalik dengan kenyataan:
1. Janji Rasio Pengasuh Ideal
Dalam promosinya, Little Aresha menjanjikan rasio pengasuh yang sangat ideal demi keamanan anak:
- Kelas Bayi: 1 pengasuh atau bidan maksimal memegang 2 anak.
- Kelas Toddler: 2 pengasuh maksimal memegang 3-4 anak.
Faktanya, polisi menemukan satu pengasuh memegang 7 hingga 10 anak sekaligus.
Sebanyak 20 anak pun sampai dimasukkan dalam satu ruangan ukuran 3x3 meter dalam kondisi diikat dan tidak memakai baju.
Baca Juga: Sempat Tanya Menu Makan Malam, Jadi Pesan Terakhir Arinjani Sebelum Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi
2. Iming-iming Fasilitas Premium dan Islami
Diyah Kusumastuti menjual citra daycare yang sangat lengkap dan sangat mengeedepankan nilai-nilai Islam.
Orang tua mana yang tidak tergiur dengan daftar fasilitas ini:
- Kesehatan & Edukasi: Pemeriksaan dokter gigi, pemeriksaan psikologis, hingga pijat bayi rutin sebulan sekali.
- Kurikulum Mentereng: Program Three Lingual (Bahasa Indonesia, Inggris, dan
Jawa), kelas IT, hingga story telling. - Kegiatan Keagamaan: Murottal Al-Quran tiap hari, salat dhuha bersama, iqro,
dan melatih sedekah sejak dini. - Logistik Lengkap: Ruang ber-AC, paket mandi lengkap, makan siang, dan snack.
3. Taktik Tanpa Denda untuk Jerat Orang Tua Sibuk
Little Aresha juga menjerat orangtua yang aktif beekerja ini ddengan kemudahan jam jemput yang jarang diberikan daycare lainnya.
- Tersedia program penitipan Senin - Jumat dan Seni - Sabtu dari pukul 07.00 - 17.00 WIB dan pukul 07.00 - 18.00 WIB dengan tarif yang berbeda.
- Tidak ada biaya atau denda keterlambatan jemput. Orang tua yang telat hanya diminta mengisi kotak infaq di meja resepsionis atau memberikan kepada pengasuh yang bertugas seikhlasnya.
- Tetap buka meski libur semester. Hanya tutup pada hari besar mengikuti jadwal pemerintah.
- Layanan 24 Jam: Menyediakan penitipan harian malam hari (pukul 18.00 - 07.00) dan penitipan di hari libur/Minggu dengan biaya tambahan.
4. Strategi Marketing: Foto Estetik & Larangan Cek Lokasi saat Hari Kerja
Untuk meyakinkan calon korbannya, admin Little Aresha akan mengirimkan foto-foto kondisi kamar, kasur, dapur, hingga tempat bermain yang tampak sangat bersih, rapi, dan ber-AC.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Berhenti Menyalahkan Ibu: Tragedi Daycare Bukan Salah Mereka, Tapi Kegagalan Sistem!
-
Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha
-
Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI
-
Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd
-
1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot
-
Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
-
Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
-
Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?
-
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!