Suara.com - Nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, tengah menjadi perhatian publik setelah mengusulkan evaluasi terhadap posisi gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL Commuter Line. Usulan tersebut muncul usai kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
Dalam insiden itu, gerbong perempuan yang berada di posisi paling belakang KRL menjadi titik terdampak setelah tertabrak kereta antar kota yang melaju dengan kecepatan tinggi. Menyikapi kejadian tersebut, Arifatul menilai sudah saatnya penempatan gerbong perempuan yang selama ini berada di bagian depan atau belakang rangkaian ditinjau ulang demi meningkatkan keselamatan penumpang perempuan.
Menurutnya, menempatkan gerbong perempuan di bagian tengah rangkaian kereta dapat menjadi opsi yang lebih aman karena posisi tersebut relatif lebih terlindungi dari potensi benturan langsung saat terjadi kecelakaan dari depan maupun belakang. Gagasan ini pun memantik diskusi luas, baik dari sisi keselamatan transportasi publik maupun perlindungan perempuan sebagai pengguna layanan.
Di balik sorotan terhadap kebijakan yang diusulkannya, publik juga menaruh perhatian pada sosok Arifatul Choiri Fauzi sendiri, termasuk latar belakang pendidikan, perjalanan karier, hingga total kekayaannya sebagai pejabat negara.
Arifatul Choiri Fauzi, yang akrab disapa Arifah, lahir di Madura pada 28 Juli 1969. Ia dikenal sebagai figur perempuan yang aktif dalam isu pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Kiprahnya di dunia sosial-politik membawanya dipercaya masuk dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Arifatul resmi dilantik sebagai Menteri PPPA pada 20 Oktober 2024 di Istana Negara, Jakarta. Penunjukan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya di tingkat nasional.
Dari sisi akademik, Arifatul memiliki latar pendidikan yang cukup kuat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Dakwah IAIN Yogyakarta, sebelum melanjutkan studi Magister Komunikasi di Universitas Indonesia. Kombinasi pendidikan keagamaan dan komunikasi dinilai membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan isu sosial dan kebijakan publik.
Total Kekayaan Arifatul Choiri Fauzi
Baca Juga: Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, total kekayaan Arifatul Choiri Fauzi tercatat mencapai Rp12.588.476.672 atau sekitar Rp12,58 miliar setelah dikurangi utang. Jumlah tersebut berasal dari berbagai aset berupa tanah dan bangunan, kendaraan, kas, hingga harta bergerak lainnya.
Porsi terbesar kekayaan Arifatul berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp6.929.000.000. Properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Pati, Bantul, Pandeglang, Bogor, dan Depok. Berikut rinciannya:
- Tanah 15.000 meter persegi di Pandeglang senilai Rp450 juta
- Tanah 2.485 meter persegi di Bantul senilai Rp994 juta
- Tanah 500 meter persegi di Depok senilai Rp1 miliar
- Tanah dan bangunan di Depok senilai Rp600 juta
Sebaran properti ini menunjukkan strategi investasi yang cukup beragam, baik di wilayah perkotaan seperti Depok maupun daerah berkembang seperti Pandeglang.
Di sektor alat transportasi dan mesin, Arifatul memiliki aset senilai Rp1.624.002.000. Koleksinya mencerminkan perpaduan kendaraan premium, keluarga, dan kendaraan operasional sehari-hari.
Daftar kendaraan tersebut meliputi:
- Toyota Land Cruiser tahun 1997 senilai Rp300 juta
- Toyota Alphard 2.5 G tahun 2018 senilai Rp777,4 juta
- Toyota Innova V Hybrid tahun 2024 senilai Rp533,6 juta
- Honda Vario 2010 senilai Rp8 juta
- Honda Supra X 125 tahun 2007 senilai Rp5 juta
Toyota Alphard menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi dalam daftar tersebut, sementara Innova Hybrid menandakan kepemilikan kendaraan modern yang lebih ramah lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama
-
7 Lipstik Matte Transferproof Anti Bibir Kering, Warna Tahan Lama Seharian
-
5 Rekomendasi Bedak yang Tidak Waterproof, Mudah Dibersihkan dan Tak Menyumbat Pori
-
Tren Pernikahan 2026, Intimate Wedding dan Destinasi Unik Makin Diminati
-
Dari Tabu ke Tren: Mengapa Pasien Indonesia Mulai Melirik Bangkok untuk Operasi Plastik
-
Daftar 9 Prodi Paling Unik di Indonesia Berpeluang Kerja Tinggi dan Bergaji Besar
-
1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua
-
Zahwa Massaid Sekarang Tinggal di Mana? Mesra Kondangan Bareng Jefri Nichol
-
Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?
-
Bansos Apa yang Cair Mei 2026? Ini Cara Mudah Mengeceknya Pakai NIK KTP