Suara.com - KA Argo Bromo Anggrek terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan kematian di stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam, saat beroperasi bersama dengan KRL commuter line.
Insiden tersebut menyebabkan beberapa korban tewas, berdasarkan informasi terbaru terdapat tujuh orang yang meninggal dan puluhan orang lainnya masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit.
Meski ada kecelakaan yang menyebabkan kematian, KA Argo Bromo Anggrek tetap dianggap sebagai salah satu layanan kereta api berkelas yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh di Pulau Jawa.
Dikenal sebagai kereta api tercepat di Indonesia, KA Argo Bromo Anggrek memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat.
Sejarah Awal KA Bromo Anggrek
Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah melayani masyarakat selama lebih dari tiga dekade, jadi ini adalah perjalanan yang sangat panjang.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek pertama kali beroperasi pada 31 Juli 1995 dengan nama awal Argo Bromo JS-950. Ini bukan nama sembarangan, JS-950 memiliki arti Jakarta-Surabaya, sedangkan angka 9 mewakili durasi perjalanan kereta, dan angka 50 mengacu pada usia kemerdekaan Indonesia.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek adalah salah satu kereta tercepat di Indonesia dengan kecepatan sekitar 720 hingga 725 km per jam. Dalam waktu sekitar 8 jam 10 menit hingga 9 jam, kereta ini mampu menempuh jarak yang cukup jauh.
Nama Argo Bromo JS-950 diubah pada 24 September 1997 dengan menggunakan nama baru Bromo Anggrek. Bromo adalah nama salah satu gunung yang sangat terkenal di Pulau Jawa, sedangkan Anggrek adalah salah satu bunga yang menjadi lambang nasional.
Baca Juga: Fasilitas KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Layanan dan Fasilitas KA Bromo Anggrek
Dalam satu rangkaian, KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 7 sampai 9 kereta kelas eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta yang digunakan untuk menghasilkan listrik.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek adalah kereta api jarak jauh pertama di Indonesia. Meskipun baru diperkenalkan, kereta ini langsung menjadi yang paling disukai. Layanan kereta api ini bahkan menjadi yang terbaik dalam sektor perkeretaapian di Tanah Air.
Sebagai salah satu layanan yang banyak dicari, Kereta Api Argo Bromo Anggrek terus melakukan perbaikan di berbagai bidang, termasuk menambah dan memperbarui kereta-keretanya.
Gebrakan yang paling diingat oleh publik adalah pengenalan livery Go Green pada tahun 2011, yang merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan kereta K9 melalui re-engineering.
Perubahan ini mencakup desain interior dan eksterior yang lebih modern serta fasilitas toilet yang ramah lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
-
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI dan Kemhan, Apa Kabar Perbaikan Nasib Guru?
-
Bedak OMG Tahan Berapa Lama? Ini 2 Pilihan Paling Awet Seharian Tanpa Touch Up
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Deddy Yevri Bantah Hina Jurnalis, Minta Penuduh Minta Maaf karena Fitnah
-
Jatim Media Summit 2026: Tak Cukup Jual Berita, Media Harus Bertransformasi ke Beyond Media
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak