- Ibu hamil perlu berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit karena kandungan berbahaya dapat terserap ke aliran darah.
- Beberapa bahan seperti retinoid, hydroquinone, dan bahan kimia lainnya berisiko menyebabkan cacat lahir serta gangguan perkembangan janin.
- Dokter menyarankan ibu hamil untuk selalu membaca label produk dan berkonsultasi sebelum menggunakan perawatan kulit yang aman.
Beberapa ahli menyarankan menghindari atau menggunakan hanya dalam jumlah sangat terbatas. Konsultasikan dengan dokter untuk alternatif seperti azelaic acid atau sulfur.
5. Paraben dan Phthalates
Paraben adalah pengawet yang umum ditemukan di krim, lotion, dan kosmetik. Phthalates sering ada di parfum dan produk beraroma.
Kedua bahan ini bersifat endocrine disruptor yang dapat mengganggu hormon dan berpotensi memengaruhi perkembangan reproduksi janin.
Maka, pilihlah produk “paraben-free” dan “fragrance-free”.
6. Chemical Sunscreen (Oxybenzone, Octinoxate, Avobenzone)
Tabir surya kimiawi dapat terserap kulit dan mengganggu sistem hormon. Pilih physical/mineral sunscreen berbasis zinc oxide atau titanium dioxide yang lebih aman.
7. Kandungan Lain yang Perlu Diwaspadai
- Formaldehyde dan releasers-nya seperti DMDM hydantoin, quaternium-15: Karsinogen dan iritan.
- Merkuri: Ditemukan di beberapa produk pemutih ilegal, sangat berbahaya.
- Essential oils tertentu (tea tree, rosemary, clary sage dalam konsentrasi tinggi): Berisiko menyebabkan kontraksi atau iritasi.
- Tetracycline (antibiotik topikal untuk jerawat): Dapat memengaruhi tulang dan gigi janin.
Tips Memilih Skincare Aman untuk Ibu Hamil
Baca Juga: Mengintip Basic Skincare dr. Tompi untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
Selalu prioritaskan produk dengan label “pregnancy-safe” atau konsultasikan dengan dokter kandungan/dermatologis.
Bahan yang umumnya aman meliputi: hyaluronic acid, vitamin C (stabil), niacinamide, azelaic acid, glycolic acid konsentrasi rendah (<10 persen), dan ceramide untuk melembapkan.
Rutin sederhana: pembersih lembut, pelembap, sunscreen mineral, dan serum antioksidan.
Kehamilan bukan berarti harus berhenti merawat diri. Dengan pilihan kandungan skincare yang tepat, Anda tetap bisa memiliki kulit sehat dan glowing tanpa risiko. Ingat, setiap kehamilan berbeda—jangan ragu meminta saran medis profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
-
5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah
-
Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty
-
Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli
-
6 Sunscreen Moisturizer SPF 50 Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide
-
Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim
-
7 Lip Balm dengan SPF untuk Bibir Gelap dan Kering, Jadi Lembap Seharian
-
14 Mei Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bulan Mei 2026
-
Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya